Metro

Makam Mbah Priok Bisa Dibongkar Paksa

Petugas Satpol PP Jakarta Utara dan Satpol PP DKI Jakarta akan dikerahkan.

Minggu, 7 Maret 2010, 04:05 WIB
Eko Priliawito
Santri Gunakan Senjata Tajam Cegah Penggusuran Makam Mbah Priok (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono memberi waktu tujuh hari kepada pengelola Makam Mbah Priok atau Habib Al Haddad untuk membongkar sendiri bangunan yang ada di sekitar makam untuk pembangunan taman dan monumen.

Bila batas waktu yang diberikan telah habis pada Jumat 12 Maret 2010, pembongkaran belum dilakukan, pihaknya akan mengerahkan petugas Satpol PP Jakarta Utara dan Satpol PP DKI Jakarta untuk melakukan penertiban paksa.

Terkait rencana ini, pengelola Makam Mbah Priok menegaskan tetap bertahan dan akan melakukan perlawanan jika Pemprov DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Utara nekat melakukan pembongkaran.

"Ya benar kami sudah terima surat instruksi gubernur untuk pemindahan makam. Sekarang kami lagi berjaga-jaga. Kami akan lawan mereka," ujar Habib Ali, pengurus Makam Mbah Priok, seperti dikutip situs milik Pemerintah DKI, Sabtu 6 Maret 2010.

Menurut Habib Ali, semenjak datangnya surat instruksi gubernur tersebut, warga dan santri siap berjaga-jaga agar Makam Mbak Priok tidak sampai digusur.

"Senjata tajam kami punya untuk melindungi lokasi kami, dan ini adalah tanah kami. Sampai saat ini kami masih berjaga, belum tahu kapan dilakukan pembongkaran," tandasnya. Pengosongan areal makam itu juga menindaklanjuti Instruksi Gubernur (Ingub) No 132/2009 tanggal 9 September 2009.

"Saat ini kami belum bisa melakukan perbaikan kerena ahli waris meminta makam tidak dibongkar. Mereka juga meminta dana ganti rugi tanah sebesar Rp 2 juta per meter persegi dari 53.054 M2 yang dipakai sebagai padepokan dan gapura," jelasnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
wisnu
21/04/2010
knp harus makam Mbah Priuk yg di bongkar? Sebuah makam Wali Allah yg telah berjasa untuk indonesia, bahkan dunia ini. knp bukan tempat prostitusi atau club2 malam yg di bongkar, agar dijadikan sebuah tempat yg bermanfaat bagi penghuninya.
Balas   • Laporkan
amin
16/04/2010
mulia lah ALLAH yg meletakan para malaikat2 penjaga makam
Balas   • Laporkan
Dharma Satyan Thaib
15/04/2010
Syetan menghias bid'ah dan syirik sedemikian rupa hingga kalau tidak waspada sangat mudah tergekincir. Ini adalah cinta pada guru melebihi cinta pada Allah !Mereka yang berdo'a dimakam katanya ber do'a pada Allah, tapi hatinya lebih dekat pada jasad yang
Balas   • Laporkan
supangat
15/04/2010
Jangan komentar apa-apa lu Nutainuberak, Kalo ngak tahun Makam Wali.
Balas   • Laporkan
agus widyatama
15/04/2010
mau gmana lagi... kurang tempat paling tuh pemprov...! http://distroblogger.com
Balas   • Laporkan
ari
15/04/2010
orang katro itu.. orang yang ga tau apa2 tapi komen di media umum. bukan menggangap seperti tuhan... tapi menghargai..atas jasanya menyebarkan agama islam ,,,, sebagai orang islam...patutnya harus seperti itu.
Balas   • Laporkan
ari
15/04/2010
orang katro itu.. orang yang ga tau apa2 tapi komen di media umum. bukan menggangap seperti tuhan... tapi menghargai..atas jasanya menyebarkan agama islam ,,,, sebagai orang islam...patutnya harus seperti itu.
Balas   • Laporkan
ari
15/04/2010
orang katro itu.. orang yang ga tau apa2 tapi komen di media umum. bukan menggangap seperti tuhan... tapi menghargai..atas jasanya menyebarkan agama islam ,,,, sebagai orang islam...patutnya harus seperti itu.
Balas   • Laporkan
Kreshna Iceheart
15/04/2010
Kalau di negara maju, situs bersejarah itu dilestarikan... Kalau di negara berkembang, sepertinya semua harus menyerah kepada kepentingan komersil, ya? :-(
Balas   • Laporkan
Kreshna Iceheart
15/04/2010
Kalau di negara maju, situs bersejarah itu dilestarikan... Kalau di negara berkembang, sepertinya semua harus menyerah kepada kepentingan komersil, ya? :-(
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ