Metro

Hujan, Uji Coba Sampah Listrik Diundur

Diharapkan pada akhir Maret ini uji coba sudah bisa diluncurkan dan terkoneksi dengan PLN.

Minggu, 7 Maret 2010, 11:43 WIB
Antique, Desy Afrianti
TPA Bantar Gebang (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Uji coba penggunaan listrik berkapasitas 2 megawatt (MW) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi diundur pelaksanaannya.

Menurut Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna, rencana tersebut sedianya dilakukan pada 8 Maret 2010, tetapi diundur hingga akhir Maret, akibat kendala teknis yaitu masih banyaknya air hujan dan air limbah sampah yang terperangkap di dalam timbunan sampah.

"Hujan yang terus-menerus mengguyur kota Jakarta membawa volume air cukup besar ke dalam timbunan sampah," kata dia di Jakarta, Minggu, 7 Maret 2010.

Ditambah lagi, kata Eko, dengan air limbah sampah yang masih berada di dalam timbunan sampah. Akibatnya, gas metan yang dihasilkan dari timbunan sampah di TPST Bantar Gebang selalu turun naik atau tidak stabil, sehingga aliran listrik yang dihasilkan tidak optimal untuk dilakukan uji coba.

"Karena air hujan dan air limbahnya masih tinggi di dalam sampah, mengakibatkan kandungan gasnya belum stabil," tutur Eko.

Menurut Eko, sejak awal Maret, pengelola TPST Bantar Gebang, PT Godang Tua Jaya, dan Dinas Kebersihan DKI sudah melakukan penyedotan air hujan dan limbah sampah tersebut. Penyedotan dilakukan, karena tidak mungkin air hujan dan air limbah sampah dilepaskan ke saluran pembuangan air, yang dapat mencemari lingkungan sekitarnya dan membahayakan kesehatan masyarakat disekitar TPST Bantar Gebang.

Lebih lanjut, dia mengatakan jika uji coba tetap dilakukan akan sia-sia. Sebab, listrik yang dihasilkan belum bisa bertahan dalam waktu lama. "Diharapkan pada akhir Maret ini, uji coba sudah bisa diluncurkan dan terkoneksi dengan PLN (Perusahaan Listrik Negara) Bekasi," ujar Eko.

Uji coba tersebut rencananya disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan Walikota Bekasi Mochtar Mohammad.

Sebelumnya, Eko mengakui, sejak pertama kali beroperasi, TPST Bantar Gebang terus berupaya melakukan percobaan pengolahan sampah menjadi tenaga listrik. Percobaan dengan menggunakan sistem teknologi canggih dan modern ini akhirnya membuahkan hasil, yakni dapat mengalirkan arus listrik meski belum sesuai dengan target.

Dia menambahkan, lantaran kapasitas listrik yang dihasilkan baru 2 MW, listrik hasil pengolahan sampah ini hanya akan didistribusikan untuk kegiatan internal TPST Bantar Gebang. Namun, bila berhasil mengalirkan listrik berkapasitas 26 MW, aliran listrik itu nantinya didistribusikan melalui PLN guna dimanfaatkan warga Bekasi dan sekitarnya.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ