VIVAnews - Untuk mengurangi pemanasan global sebagai dampak dari tingginya penggunaan kendaraan bermotor, Fraksi Partai Golkar di DPRD DKI mendukung terealisasinya jalur khusus pengguna sepeda di Jakarta. Dengan adanya jalur khusus sepeda, diharapkan mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
"Pasalnya, komunitas sepeda sudah semakin banyak sehingga jalur khusus sepeda sudah menjadi kebutuhan agar tidak menimbulkan kecelakaan bagi pengendaranya," kata Ashraf Ali, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI.
Bahkan, sebagai bentuk dukungan itu, secara pribadi, dia mengaku siap menggunakan sepeda setiap Jumat dari rumah menuju DPRD DKI di bilangan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Dia juga akan mengajak seluruh anggota dewan yang lain, untuk menggunakan sepeda sebagai sebagai salah satu alternatif transportasi sehat.
“Saya setuju seluruh anggota dewan turut menggunakan sepeda. Masa masyarakat menggunakan sepeda, tapi wakil rakyatnya tidak turut mendukung kegiatan ini," kata anggota Komisi E DPRD DKI ini.
Sebelumnya, Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi juga menantang wakil rakyat yang duduk di DPRD DKI untuk berpartisipasi menjadi pendahulu gerakan sepeda sehat ke kantor. Dengan begitu, program pembangunan jalur sepeda akan dirasa sangat penting dan mendesak, jika anggota dewan sudah melaksanakan bersepeda ke kantor.
Pemkot Jakarta Selatan sendiri bersedia menjadi proyek percontohan sebagai Kotamadya yang mendukung menggunakan sepeda sebagai transportasi alternatif. Tujuannya tidak hanya menjadikan warga Jakarta Selatan sehat, tetapi juga turut berpartisipasi dalam mengurangi pemanasan global dan emisi gas buang kendaraan bermotor.
"Untuk menyosialisasikan sepeda, setiap bulannya Pemkot Jakarta Selatan selalu mengadakan kegiatan sepeda sehat bersama dengan komunitas sepeda seperti Bike to Work dan Ontel Jakarta Sehat (OJS). kami harus melakukan aksi mengurangi global warming agar itu bukan hanya menjadi wacana saja,” kata Syahrul Effendi, Walikota Jakarta Selatan.
Saat ini, dalam Raperda RTRW DKI Jakarta 2010-2030 yang sekarang tinggal menunggu pembahasan dewan, diatur mengenai sistem dan jaringan transportasi. Di Pasal 17, disebutkan sistem dan jaringan transportasi terdiri atas darat, laut dan udara. Salah satu sistem dan jaringan transportasi darat yaitu sistem prasarana pedestrian dan sepeda.
Lebih lanjut dalam Pasal 24 Raperda RTRW DKI 2010-2030 dijelaskan jalur pedestrian dan jalur sepeda dikembangkan pada pusat-pusat kegiatan Primer dan Sekunder serta kawasan Transit Oriented Development (TOD). Jalur pedestrian dan jalur sepeda diintegrasikan dengan jaringan angkutan umum berikut fasilitas pendukungnya yang memadai dengan memperhitungkan penggunaannya bagi penyandang cacat. Serta penetapan jalur prioritas pedestrian dan jalur sepeda dan aturan lain yang lebih rinci ditetapkan oleh gubernur dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sendiri mendukung program pembangunan jalur sepeda, mengingat pemakai sepeda di Jakarta sudah semakin banyak, seiring dengan kehadiran komunitas sepeda yang sudah menjamur. Namun membangun jalur sepeda bukanlah suatu hal yang mudah, karena masih memerlukan kajian yang mendalam agar benar-benar menjadi kebijakan yang menguntungkan semua lapisan masyarakat, baik bagi pemakai kendaraan bermotor, pemakai angkutan umum dan pemakai sepeda tersebut.