VIVAnews - Sekitar 500 pegawai harian lepas Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara sudah dua bulan, yakni Januari–Februari 2010, belum mendapatkan honor bulanan. Kendati begitu, mereka tetap bekerja seperti biasa, mulai dari dini hari hingga sore, membersihkan sampah yang berserakan di pinggir jalan.
"Bahkan sekarang sudah masuk bulan ketiga. Biasanya honor diberikan paling lambat tanggal 10 setiap bulan. Namun hingga sekarang belum ada tanda-tandanya. Terpaksa harus pinjam sana-sini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Hartati, 40 tahun, salah satu pegawai harian lepas kebersihan di Kecamatan Pademangan.
Hartati merupakan salah satu petugas yang sudah 20 tahun bekerja sebagai penyapu jalan. Setiap hari, dia membersihkan jalan di kawasan Ancol dan RE Martadinata.
Dia mengatakan setiap bulan biasanya mendapatkan honor sebesar Rp 500 ribu.
"Sekarang apa-apa sudah mahal. Jadi kalau mau jujur sih masih kurang, tapi mau gimana lagi terpaksa dicukup-cukupi. Dan untungnya suami saya dagang sehingga dapat menolong kebutuhan hidup keluarga setiap hari," katanya.
Hal senada juga diungkapkan Rosmita, 34 tahun, pegawai harian lepas kebersihan lainnya.
Akibat keterlambatan pembayaran honor dari Kasie Kebersihan Kecamatan Pademangan, ibu dua anak ini terpaksa harus nekat mengutang kepada rentenir.
Dia berharap pembayaran honor pegawai harian lepas kebersihan itu tepat waktu. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan setiap hari.
Dikutip dari situs Pemprov DKI Jakarta, Kepala Suku Dinas (Sudin) Kebersihan Jakarta Utara Indra Widjaja membenarkan keterlambatan pembayaran honor kepada 500 pegawai harian lepas yang setiap hari bertugas menyapu jalan raya.
Keterlambatan itu dikarenakan adanya pemindahan sistem honorarium yang sebelumnya ditangani Dinas Kebersihan DKI Jakarta kini dialihkan ke Sudin Kebersihan Jakarta Utara.
Selanjutnya dia berjanji membayarkan seluruh honor 500 pegawai harian lepas yang berada di bawah naungan Sudin Kebersihan Jakarta Utara pada Senin 15 Maret 2010.