Metro

Anggota Teroris Bajak Kapal di Teluk Jakarta

Negosiasi gagal. Akhirnya terjadi baku tembak antara petugas dan anggota teroris.

Selasa, 9 Maret 2010, 12:28 WIB
Siswanto
  (VIVAnews/Yuliseperi)

VIVAnews – Sepuluh anggota teroris menguasai kapal tanker Catur Samudera di perairan Teluk Jakarta pada Selasa 9 Maret 2010 sekitar pukul 08.00. Dalam negosiasi, pembajak minta supaya teman-teman mereka yang di penjara karena kasus terorisme segera dibebaskan.

Alat untuk menggertak aparat keamanan ialah para sandera yang terdiri dari awak dan kru kapal pengangkut BBM itu. Mereka menyampaikan ancaman melakukan hal-hal di luar akal sehat terhadap sandera apabila keinginannya tidak dipenuhi.

Dalam negosiasi dengan aparat keamanan, para teroris juga meminta agar Dermaga 300 Pelabuhan Tanjung Priok secepatnya dikosongkan.

Selain itu, mereka juga meminta disediakan satu unit helikopter. Ditambah lagi satu unit pesawat Boeing 737 di Bandara Cengkareng dengan bahan bakar penuh serta uang sebanyak US$ 50 juta.

Negosiasi gagal. Akhirnya terjadi baku tembak antara petugas dan anggota teroris.

Dalam baku tembak, polisi berhasil menembak mati empat teroris, dua lainnya terluka, dan empat lainnya selamat.

Suasana tegang terasa betul di Ruang VIP Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok.

Drama penyanderaan tadi merupakan bagian dari gladi resik pelatihan penanganan teroris yang rencananya dilaksanakan pada 13 - 14 Maret 2010.

Latihan itu melibatkan sejumlah elemen petugas keamanan pelabuhan, yang terdiri dari Polres Pelabuhan, Kesatuan Pengaman Laut dan Pantai (KPLP) Administrasi Pelabuhan, dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL.

Laporan | Arnes Ritonga | Jakarta Utara



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ