VIVAnews – Proses penyergapan terhadap rumah toko Multiplus Bisnis Service, Pamulang Square, pada Selasa 9 Maret 2010 berlangsung selama tiga jam. Penggerebekan yang dilakukan tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri diduga ada kaitannya dengan pencarian anggota teroris.
Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, pada waktu berlangsung penggerebekan ruko, sempat terdengar suara letusan senjata api sebanyak empat kali.
Proses penggerebekan berlangsung sistematis sehingga penghuni ruko di sekitar lokasi kejadian sama sekali tidak sadar sedang ada operasi penyergapan.
Tidak lama setelah terdengar tembakan, polisi membawa masuk satu keranda berisi kantong mayat. Selain itu, polisi juga telah menyiapkan mobil ambulans.
Sejumlah warga menyaksikan satu orang tewas di tempat kejadian. Dan dua orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan diamankan Densus 88.
Belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri mengenai hasil penggerebekan yang dilakukan Densus 88.
Penyergapan di Pamulang diduga terkait dengan perburuan Densus 88 terhadap orang-orang yang diduga anggota jaringan teroris yang bersembunyi di Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Di Aceh, polisi memblokade kawasan Lembah Seulawah. Jalan-jalan akses ke luar daerah dijaga ketat oleh kepolisian. Dan warga dilarang memasuki kawasan Lembah.
Sampai kemarin, polisi menduga masih ada sekitar 30 orang yang punya kaitan dengan kegiatan teroris yang berkeliaran di kawasan itu. Mereka diduga beroperasi di perbatasan Kabupaten Aceh Besar dengan Pidie.
Sebelumnya, Polri juga telah menangkap dua tersangka pemasok senjata kepada kelompok yang diduga anggota teroris di NAD.
Kini, Polri terus melakukan pengembangan penyelidikan terhadap aliran pasokan senjata ini.