VIVAnews - Pembangunan jalan untuk Mass Rapid Transportasi (MRT) trayek Lebak Bulus-Dukuh Atas akan mengalami perubahan. Semula mulai dari Ratu Plaza sampai Dukuh Atas akan dibuat trek bawah tanah. Kini trek bawah tanah dimulai dari Al Azhar.
"Jadi kira-kira mundur 900 meter," kata Dirut PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo usai paparan dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Selasa 9 Maret 2010.
Hal itu dilakukan karena alasan keindahan kota dan estetika. Sehingga trek MRT yang menggunakan jalur di atas hanya dari Lebak Bulus sampai Al Azhar. "Jadi di jalan protokol diharapkan tidak ada lagi jalan elevated atau jalan di atas," tambahnya.
Namun menurutnya, rencana perubahan tersebut tidak akan merubah desain dasar MRT. Karena ada waktu tiga bulan pertama untuk data collection, baru setelah itu dibuat primary design.
"Sekarang lagi basic design, tadi kita sampaikan ke pak gubernur, dalam
waktu tiga bulan kita harus mengajukan alternatif perubahan yang dimasukkan ke dalam desain dasar sehingga tidak mengganggu waktu sama sekali," jelasnya.