Metro

Hutan Kota Srengseng Jadi Tempat Sampah

Kerusakan lingkungan taman hutan kota disebabkan oleh ulah warga sekitar.

Rabu, 10 Maret 2010, 08:54 WIB
Siswanto
  (Antara/ Musyawir)

VIVAnews - Kondisi Hutan Kota Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, kini memprihatinkan. Hutan kota yang dibangun Pemprov DKI Jakarta itu tak ubahnya sebagai tempat pembuangan sampah. Di sebelah selatan hutan yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga dipenuhi sampah yang berserakan. Akibatnya, timbul bau busuk yang menyengat.

”Dulu tempat ini bersih dan air danau pun bening, sekarang sangat kotor. Bau busuk tercium setiap hari,” ujar Kasim, 42 tahun, warga RT 002/03 Kelurahan Srengseng.

Sampah yang berserakan itu berasal dari sampah rumah tangga. Ada dua RW yang berbatasan langsung dengan hutan kota, yaitu RW 03  dengan RT 02 dan RW 06 dengan RT 07 dan 08. Warga yang tinggal berbatasan dengan hutan kota seenaknya membuang sampah ke areal hutan. Tindakan warga yang tidak peduli lingkungan ini mengotori hutan kota yang dibangun 1993 atau pada masa kepemimpinan Gubernur R Suprapto.

”Seharusnya tempat rekreasi ini jaga bersama agar tetap lestari. Sangat disayangkan jika hutan kota yang dibanggakan warga Jakarta Barat harus rusak,” ujar Kasim.

Sampah tak hanya menumpuk di sekitar kawasan hutan kota, tetapi juga di Kali Pesanggrahan yang melintasi kawasan itu. “Sampah di kali itu sampai menutup aliran air,” katanya. Alhasil, aliran air terhambat dan terjadi pendangkalan.

Sampai saat ini, menurutnya, belum ada reaksi apa-apa dari petugas hutan ataupun dinas kebersihan setempat perihal sampah di hutan kota ataupun di Kali Pesanggrahan. “Saya belum melihat ada tindakan dari petugas hutan. Mungkin juga sudah ada tindakan, tetapi mungkin saya yang tidak tahu,” katanya.

Menanggapi hal ini, Lurah Srengseng Firmanudin Ibrahim mengatakan perawatan Hutan Kota Srengseng menjadi tanggung jawab UPT Dinas Kehutanan DKI Jakarta.

”Jadi kami hanya mengimbau kepada warga yang sering berkunjung ke Hutan kota agar dapat menjaga kebersihannya,” kata Firmanudin yang dikutip dari situs Pemprov DKI.

Firman menambahkan hanya berkoordinasi dengan UPT serta menyosialisasikan kepada pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan setempat. Sementara untuk sampah yang berada di sekitar lingkungan warga, dia mengaku saat ini tengah mengalami kendala lahan pembuangan sampah sementara.

"Kami tidak punya lahan untuk TPS dan itu jadi masalah kami. Sedangkan petugas kebersihan jarang mengambil sampah yang diletakkan warga di bantaran Kali Pesanggrahan," katanya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Joseph Marzuki
10/04/2010
Sudah saatnya kali disekitar hutan kota di turap dan rencana jalan inspeksi kali dibangun, sehingga dengan sendirinya kali dapat terisolasi dari kemungkinan menjadi tempat penampungan sampah
Balas   • Laporkan
Dz
10/03/2010
Sangat disayangkan kalau hutan kota sampai dikotori sampah-sampah warga. Perlu disosialisasikan lebih baik dan membangun kesadaran terhadap kebersihan lingkungan.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ