Metro

Pelan-pelan, Bangunan Sejarah Bogor Punah

Kepunahan cagar budaya, antara lain dipercepat dengan pesatnya pembangunan modern.

Jum'at, 12 Maret 2010, 05:54 WIB
Siswanto
  (Antara/ Paramayuda)

VIVAnews – Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kota Bogor, Shahlan Rasyidi, mengatakan puluhan bangunan bersejarah, terutama peninggalan Belanda, di Kota Bogor lenyap. 

“Sampai saat ini cagar budaya yang masih berdiri kokoh tinggal 24 bangunan,” katanya kepada VIVAnews.

Bangunan bersejarah yang tersisa, antara lain Istana Bogor, Balaikota, Gedung Karesidenan Bogor, Markas Kodim 0606 Bogor, Markas Korem 061, Gedung Blenong (BPN), Gedung RRI Regional II Bogor, Balai Penelitian Perkebunan, Kantor Pos Bogor, Lembaga Pemasyarakatan Bogor, Museum Zoologi Bogor.

Kemudian Monumen dan Museum PETA, Makam Raden Saleh, Gereja Katedral, Gereja Zebaoth, Gedung SMA YZA 2, Gedung SMPN 2, Gedung SMP 1, Stasiun Kereta Api, Rumah Sakit Salak, Rumah Panti Asuhan Bina Harapan, Hotel Salak, Mesjid Empang, Klenteng Dhanagun dan Prasasti Batu Tulis.

Kepunahan cagar budaya, antara lain dipercepat dengan pesatnya pembangunan yang tidak memperhitungkan keberadaan bangunan bernilai sejarah.

Shahlan Rasyidi menceritakan bahwa Bogor sesungguhnya merupakan salah satu pusat kebudayaan, bahkan jauh sebelum pendudukan Belanda di Indonesia, yakni pada waktu kerajaan Sunda Pajajaran berkuasa.

Belanda sendiri baru masuk ke Bogor pada abad ke-11. Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff begitu terpesona dengan keindahan dan kedamaian kawasan ini.

Itu sebabnya, pada tahun 1744, dia membangun tempat peristirahatan bernama Buitenzorg yang desainnya mencontoh arsitektur Blehhein Palace di Inggris.

Tempat peristirahaan yang kini dikenal sebagai Istana Bogor itu merupakan salah satu bangunan klasik.

Shahlan Rasyidi sangat berharap semua pihak memiliki kesadaran untuk merasa memiliki cagar budaya sehingga tidak punah seiring perkembangan zaman.

Laporan | Ayatullah Khumaeni | Bogor

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ