VIVAnews - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Paimin Napitupulu mengatakan dari ratusan kasus kebakaran yang terjadi selama 2009 sampai awal 2010, kebakaran di Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara, merupakan kasus paling besar.
Kebakaran Depo Pertamina yang terjadi pada Minggu malam 18 Januari 2009 memakan satu korban jiwa dan proses pemadamannya masuk kategori tersulit.
Kasus kebakaran besar di Ibukota Jakarta lainnya ialah yang terjadi di pusat Bank BTN, Harmoni, Jakarta Pusat.
Selain itu, kebakaran yang paling menonjol lagi ialah yang melanda Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Kebakaran di daerah ini menghanguskan sedikitnya 1.250 rumah penduduk dan memaksa ribuan jiwa manusia mengungsi.
Kebakaran yang menimpa Restoran Soto Lamongan di Kedoya, Jakarta Barat, juga masuk kategori menonjol dalam tahun 2009. Sebab, kebakaran ini menewaskan tujuh orang.
Kemudian, pada Maret 2010, kebakaran besar melanda Pasar Inpres Senen (Jakarta Pusat). Akibatnya ratusan kios dan lapak pedagang hangus.
Sehari setelah kebakaran Pasar Senen, si jago merah membakar gudang pabrik sandal merk Swallow (Jakarta Barat). Akibatnya enam orang karyawan pabrik mengalami luka.
Paimin menjelaskan mengapa kasus-kasus kebakaran tadi masuk kategori besar. Selain adanya korban jiwa, juga karena lamanya api membakar gedung itu sampai lebih dari tiga jam. Kedua, petugas pemadam kebakaran sampai menurunkan labih dari 15 unit armada.
Sementara itu, apabila diakumulasi, kasus kebakaran yang terjadi selama Januari sampai awal Maret 2010, jumlahnya cukup banyak, yakni mencapai sekitar 49 kasus.
Sedangkan peristiwa kebakaran yang terjadi sepanjang 2009 mencapai 201 kasus (10 orang tewas) dan menyebabkan kerugian materi sekitar Rp 34.7 miliar.