VIVAnews – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Paimin Napitupulu menduga masih terdapat korban jiwa akibat kebakaran pabrik sandal Swallow, Tegal Alur, Jakarta Barat, yang belum ditemukan.
"Karena para petugas masih mencium bau busuk. Tepatnya di sebelah barat reruntuhan bangunan, dekat tangga darurat," ujar Paimin, Senin 15 Maret 2010.
Sebelumnya VIVAnews memberitakan kebakaran hebat di pabrik sandal itu terjadi sejak Kamis 11 Maret 2010 malam. Kasus ini telah mengakibatkan lima karyawan meninggal dunia.
Waktu itu, petugas pemadam butuh waktu beberapa hari untuk menjinakkan api karena banyaknya bahan baku sandal seperti karet dan lem yang terbakar.
Kepala HRD PT Sinar Jaya Prakarsa, Anton, menambahkan pada waktu api mulai membakar pabrik, di dalam gedung yang terbakar itu terdapat sekitar 200 karyawan yang sedang bekerja.
Itu sebabnya, Anton menduga masih terdapat korban yang belum ditemukan.
"Masih kami teliti lebih detail jumlah karyawan yang menjadi korban,” katanya.
Anton menambahkan perusahaan berjanji bertanggung jawab terhadap semua kerugian yang menimpa karyawan.
Setelah terjadi kebakaran, aktivitas pabrik untuk sementara dihentikan. Karena itu, karyawan yang berasal dari yayasan ataupun outsourching sekarang ini dikembalikan ke penyalurnya masing-masing.
Sebelumnya, pabrik sandal Swallow memperkerjakan sebanyak 1.175 karyawan yang terdiri dari 525 karyawan tetap dan 650 karyawan dari yayasan dan outsourching.