Metro

Jumlah Kasus Kebakaran di Jakbar Menurun

Kebakaran merupakan ancaman serius bagi warga Jakarta Barat.

Senin, 15 Maret 2010, 15:28 WIB
Siswanto
  (Antara/ Rosa Panggabean)

VIVAnews - Kebakaran merupakan ancaman serius bagi warga Jakarta Barat. Baru-baru ini, kebakaran hebat melanda pabrik sandal Swallow di Kelurahan Kamal RT 06/2. Meski demikian, jumlah kasus kebakaran di wilayah ini menurun. Bahkan, sejak Januari hingga pertengahan Maret 2010, jumlahnya hanya 14 kasus. Padahal, pada periode yang sama di 2009, mencapai 43 kasus, dari total 214 kasus sepanjang 2009.

Dari delapan kecamatan di Jakarta Barat, Kalideres tercatat menduduki angka tertinggi dengan 6 kasus kebakaran. Disusul  Kecamatan Tambora 3 kasus, Tamansari 2 kasus, Kembangan 1 kasus, Palmerah 1 kasus, dan Grogol Petamburan 1 kasus.

“Kecamatan Kalideres menjadi yang terbanyak, dan terbakarnya pabrik sandal di Tegal Alur menjadi kasus terbesar di wilayah padat penduduk itu,” kata Sudjadi, Kepala Sub Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Barat, yang dikutip dari situs Pemprov DKI.

Namun kasus kebakaran di Kecamatan Kalideres selama ini tergolong kecil dan umumnya masih dapat ditangani sendiri oleh warga setempat.

Dari 14 kejadian kebakaran sejak Januari hingga Maret 2010, 12 kasus kebakaran di antaranya akibat korsleting listrik dan 1 kasus disebabkan kompor gas.

“Sedangkan kasus terbakarnya pabrik sandal masih dalam penyelidikan kepolisian,” katanya.

Kasus kebakaran, kata Sudjadi, biasanya meningkat di saat musim kemarau dan menjelang lebaran. Untuk mengantisipasi hal itu, dinas telah membagikan alat pemadam api ringan ke masing-masing RW di 56 kelurahan di Jakarta Barat. Selain itu, Sudin Damkar dan PB Jakarta Barat juga melakukan pembinaan terhadap warga dengan memberikan pelatihan Sistem Ketahanan Kebakaran Lingkungan (SKKL) atau sebelumnya disebut program Barisan Relawan Pemadam Kebakaran.

“Tahun ini akan dilatih SKKL sebanyak 40 orang utusan dari 40 RW. Ini akan menambah jumlah warga yang telah memiliki kemampuan memadamkan api sesuai prosedur, yang jumlahnya sudah mencapai 24 orang," katanya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ