VIVAnews -- Perayaan Nyepi di gelar di lapangan Monas, malam ini, Senin 15 Maret 2010. Hadir Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan dalam kesempatan itu umat Hindu se-Jabodetabek meminta agar parade ogoh-ogoh setiap tahunnya digelar di lapangan Monas.
Permintaan izin ini langsung diutarakan oleh Ketua Panitia penyelenggaraan parade budaya ogoh-ogoh I Dewa Gede Ngurah Utama saat memberikan sambutan di acara perayaan peringatan hari raya Nyepi.
I Dewa Gede mengatakan dirinya mewakili umat Hindu bahwa penyelenggaraan parade ogoh-ogoh ini bukan hanya untuk acara keagaamaan.
"Sebetulnya acara ini sangat umum sekali, tidak terikat agama, karena kami adalah mengharmonisasikan alam ini demi kejayaan kota Jakarta," ujarnya di Monas, Senin 15 Maret 2010.
Acara yang sama pernah diselenggarakan pada 2002 dan 2003. "Mudah-mudahan kalau ini diizinkan untuk diselenggarakan tahunan," katanya.
I Gede mengatakan bahwa ogoh-ogoh ini adalah rangkaian acara menyambut hari Nyepi yang akan jatuh besok. Selain acara parade ogoh-ogoh ini, tadi sore juga telah digelar upacara tawur kesange di lingkungan Monas juga.
Acara tawur kesange ini menjadi sebuah simbol dimana acara dengan parade ogoh-ogoh menjadi semacam korban atau upeti untuk alam semesta sehingga alam menjadi harmonis.
"Ini bentuk personifikais dari buta kala yang punya aura negatif. Ini yang kita harmoniskan, sehingga butakala ini tidak menyasar ke manusia karena sudah diberikan upeti," katanya. I Gede mengatakan dalam parade ini ada 11 ogoh-ogoh yang diikutkan.