VIVAnews - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta mensinyalir penyebab kebakaran pabrik sandal Swallow di Jalan Kamal Raya No 34, Kalideres, Jakarta Barat akibat human error.
Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Paimin Napitupulu, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan dan keterangan korban luka, kebakaran diakibatkan forklip yang terbakar.
"Saat mesin dinyalakan, tiba-tiba keluar lidah api yang mengenai bahan kimia dan karet di dekatnya," ujarnya di Jakarta, Selasa, 16 Maret 2010.
Sementara itu, kemarin, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI yang melakukan penyisiran di lokasi kembali menemukan tubuh yang telah menempel dengan bahan plastik dan karet.
Setelah diidentifikasi, ternyata itu adalah bagian tubuh jenazah Parngat, petugas keamanan yang telah ditemukan sebelumnya. "Indikatornya dari cincin, kunci motor dan kunci loker. Mungkin tubuhnya terbelah saat proses evakuasi menggunakan esvakator, ujar Paimin.
Dijelaskan Paimin, hingga kini jenazah yang ditemukan di lokasi kebakaran berjumlah empat orang. Keempat korban masing-masing bernama Andrew Anggrayani (29) yang diketahui tengah hamil lima bulan, Liana yang merupakan staf administrasi, Rusli (70) kepala gudang, dan Parngat (60) petugas keamanan.
Petugas sampai sekarang masih melakukan pendingin di lokasi, karena masih adanya beberapa titik api. Petugas juga masih menyiagakan alat berat untuk mempermudah proses evakuasi.
Dalam kesempatan yang sama, Paimin menyesalkan kurangnya sistem pemadaman kurang baik. Hal itu, diperparah sikap manajemen perusahaan yang kurang kooperatif, termasuk pendataan jumlah karyawan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar menuturkan, penyelidikan yang rencananya dilakukan Puslabfor Mabes Polri akan dilakukan setelah pemadaman api ataupun bara di lokasi dinyatakan telah selesai.
antique.putra@vivanews.com