VIVAnews - Pemprov DKI Jakarta berharap Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islamic Jakarta Islamic Center (JIC) di Jalan Kramat Raya, Tugu, Jakarta Utara, menjadi pusat pengkajian nilai keagamaan dan peradaban Islam yang modern dan produktif. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi salah satu simbol bagi pusat kebangkitan Islam.
“JIC melalui Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam tentu harus mampu mewujudkan peran strategisnya menjadi pusat pembaruan menuju tata nilai kehidupan Islam di Indonesia bahkan hingga di Asia Tenggara,” kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta.
Selanjutnya, dengan mempertimbangkan peranan yang begitu penting dan strategis, gubernur juga menekankan bahwa Pemprov DKI tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan gedung JIC. Selain itu, dengan dikukuhkannya lima pengurus pusat diharapkan gerak langkah JIC lebih fokus dalam pengembangan agama dan budaya Islam.
Pemprov DKI juga ikut melanjutkan konsep pembangunan fisik gedung yang diharapkan paling cepat akan selesai akhir tahun ini atau paling lambat tahun depat. Sehingga seluruh fungsi JIC dapat berjalan secara optimal.
“Saya titipkan JIC kepada para pengurus sebagai motor penggerak. Ini bukan hanya amanah Pemprov DKI, tetapi amanah Allah SWT. Amanah ini mencakup juga tugas kita terhadap keserasian lingkungan dan lingkungan sosial di JIC,” katanya.
Ke depan, JIC diharapkan dapat menjadi lembaga pelatihan dakwah serta keterampilan Islam lainnya bagi para da'i. Tak hanya itu, JIC dapat mengundang berbagai pihak lain untuk melakukan pengkajian dan menjadi rujukan kajian Islam untuk Asia Tenggara.
Untuk mendukung hal itu, dalam pembangunan fisik akan dibangun sebuah hotel di dalam JIC yang akan dijadikan sebagai tempat penginapan para ulama dari berbagai negara sahabat bila ada event besar di Jakarta. JIC juga akan dilengkapi dengan fasilitas komersial seperti Toko Buku Islam, yang keuntungan penjualannya dapat digunakan sebagai dana kegiatan yang dilakukan Badan Pengelola JIC.