VIVAnews - Pemerintah Kota Jakarta Utara masih mempertimbangkan untuk melakukan pembongkaran terhadapa gapura dan pendopo di areal makam Mbah Priok ata Habib Hasan Al Haddad.
Meski surat peringatan penertiban telah dikirim sebanyak dua kali. Tapi Pemkot Jakarta Utara akan tetap menempuh jalan musyawarah bagi pengelola makam agar membongkar sendiri bangunan itu.
"Kami membuka pintu musyawarah kepada ahli waris atau pengelola makam untuk membongkar sendiri bangunannya. Makam Mbah Priok tidak akan dibongkar, namun bangunan dan gapura yang ada di sekitar makam yang dibongkar," ujar Wakil Walikota Jakarta Utara, Atma Sanjaya, Jumat 19 Maret 2010.
Pemkot menyayangkan sikap pengelola makam dan simpatisannya yang meminta bantuan kepada ormas kedaerahan dan agama melalui surat, SMS dan jejaring sosial facebook. Mereka mengajak seluruh ormas yang ada di Jakarta untuk melawan rencana penertiban tersebut.
PT Pelindo II selaku pemilik lahan berencana membuat akses jalan tol menuju Pelabuhan Tanjungpriok dan rel kereta api. Sementara untuk mengatasi banjir, Kali Lagoa Kanal akan ditembus ke laut dengan menerobos kawasan peti kemas tersebut. Dengan begitu, kawasan Koja tidak lagi langganan genangan air setiap hujan datang.