VIVAnews – Pengguna jalan mendesak PT Jasa Marga segera merealisasikan rencana pemindahan gerbang tol Pondok Gede Timur ke Cibitung (KM 29+200). Sebab, antrean sepanjang lebih dari satu kilometer terjadi hampir setiap hari karena kapasitas transaksi di gerbang itu sudah melampaui batas.
“Setiap hari waktu kami habis di gerbang ini. Selain waktu, juga untuk efisiensi biaya. Sebaiknya relokasi menjadi pertimbangan Jasa Marga,” kata Sugondho, salah satu pelanggan tol Jakarta-Cikampek.
Sugondho menambahkan Jasa Marga harus memperhatikan pertumbuhan kendaraan. Peningkatan jumlah kendaraan, katanya, akan berpengaruh pada situasi jalan tol.
Permintaan pelanggan jalan tol Jakarta-Cikampek untuk merelokasi gerbang tol Pondok Gede Timur sudah dikaji oleh PT Jasa Marga. Jasa Marga telah menyiapkan proyek relokasi.
Program ini, selain untuk mengurangi antrean yang kerap terjadi saat jam-jam sibuk, juga karena pembebanan lalu lintas pada beberapa gerbang tol lainnya di jalan tol Jakarta-Cikampek seperti Cikarang dan Bekasi Barat sudah mendekati tingkat jenuh.
Rencana relokasi Gerbang Tol Pondok Gede Timur ini merupakan program peningkatan pelayanan pengguna jalan tol, khususnya di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek.
Dengan pemindahan ini, diharapkan frekuensi berhenti untuk transaksi di gerbang tol berkurang dari dua kali menjadi satu kali pada ruas Cawang-Cikarang.