VIVAnews - Sungai Ciliwung yang melintas di jantung Jakarta menjadi pusat peringatan Hari Air Dunia ke-18 di Indonesia. Sungai yang kerap memuntahkan airnya kala musim penghujan tiba kondisinya kian memprihatinkan.
Hari ini ratusan orang menyusuri Ciliwung mulai dari Pasar Minggu hingga Rawajati, Kalibata. Mereka berlomba membersihkan sampah-sampah Ciliwung.
Kegiatan Peringatan Hari Air Dunia 2010 yang melibatkan tidakkurang dari 1.000 peserta ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah yang terdiri dari Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Pekerjaan Umum, Kementrian Kehutanan, Kementrian Pertanian, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Kalibata, Jakarta, Sabtu 20 Maret 2010, meminta warga Jakarta, terutama yang tinggal di skeitar Sungai Ciliwung untuk peduli dengan Ciliwung. "Warga harus lebih melihat bahaya yang ditimbulkan sampah-sampah ini. Kondisi Ciliwung makin memprihatinkan, sementara penduduk Jakarta makin bertambah," kata dia.
Akibatnya air sungai Ciliwung makin terkontaminasi, sampah dan limbah rumah tangga semakin bertambah. "Jadi Hari Air Sedunia ini harus dimanfaatkan dengan lebih peduli pada air. Jangan buang sampah di sungai," katanya.