VIVAnews - Penggunaan gerbang Tol Cimanggis diharapkan dapat berfungsi sebagai traffic manajemen untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di gerbang Tol Cibubur.
"Ini jalan akses keluar, jalan keluar di Cimanggis sebagai trafic manajemen. Agar tidak seluruh kendaraan keluar di Cibubur," ujar Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, usai menyusuri Ciliwung dalam peringatan Hari Air Dunia, Sabtu 20 Maret 2010.
Gerbang tol baru itu dalam proses penggarapan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan akan melayani transaksi kendaraan dari Bogor, Cibinong, dan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan transaksi pengguna jalan tol khususnya ruas Jagorawi.
Kepala Humas PT Jasa Marga Zuhdi Saragih, Jumat 19 Maret 2010, memperkirakan proyek pembangunan gerbang tol yang berlokasi di kilometer 18+600 A, Cimanggis, tuntas pada akhir April 2010.
Menurut Zuhdi pemilihan lokasi gerbang tol di Cimanggis sudah disesuaikan dengan rencana pengembangan jaringan jalan tol radial (lingkar) yang mengelilingi kota Jakarta. Selain untuk mereduksi antrean di Gerbang Tol Dukuh (arah Kampung Rambutan) serta Taman Mini.
Gerbang tol baru ini akan memiliki sebanyak 23 gardu transaksi. Lima gardu dibangun melintang (barrier) dan 18 gardu dibangun miring. Desain gardu miring ini merupakan yang pertama diterapkan di Indonesia. Hal ini dilakukan mengingat kondisi lahan yang terbatas, selain untuk mengefisienkan waktu serta biaya konstruksi gerbang tol.
Relokasi gerbang tol ini merupakan program peningkatan pelayanan pengguna jalan tol, khususnya di ruas Jagorawi.
Peningkatan pelayanan transaksi di Jalan Tol Jagorawi juga dilakukan di Gerbang Tol Citeureup dan Gerbang Tol Sentul dengan masing-masing membangun gardu baru untuk melayani lalu lintas di wilayah ini.