VIVAnews – Dampak luapan air Sungai Citarum memaksa pelaksanaan Ujian Nasional di SMAN 01 Muaragembong, Kabupaten Bekasi, dipindahkan ke SMP 02 Muaragembong, Senin 22 Maret 2010.
“Bahkan ada siswa yang terpaksa tidak bisa ikut ujian karena rumahnya terendam,” kata Madasar Susanto, Kepala SMAN 01.
Susanto menambahkan genangan air tidak hanya merendam sekolah, melainkan juga ribuan rumah warga di Kecamatan Muaragembong. Peristiwa ini sudah terjadi sejak lima hari lalu.
Jamal, salah satu siswa, mengungkapkan karena kondisi tempat ujian sangat tidak nyaman, dia tidak fokus mengerjakan soal-soal ujian, walaupun sebelumnya sudah persiapan.
Akibat penggabungan tempat ujian ini, kegiatan UN siswa SMP 02 juga ikut terganggu.
Sebelumnya, Wakil Bupati Bekasi Darip Mulyana mengungkapkan wilayah yang paling luas terkena banjir akibat luapan Sungai Citarum adalah Kecamatan Muaragembong. Sebab, daerah ini berada paling dekat dengan muara sungai di Pantai Utara Bekasi.
Darip mengatakan di Kecamatan Muaragembong terdapat sedikitnya 3.000 rumah warga tergenang air.
Kecamatan lain yang juga terkena dampak luapan Sungai Citarum yakni Cabang Bungin. Di sana terdapat sedikitnya 450 rumah terendam air.
Kemudian Kecamatan Kedungwaringin, luapan air merendam sedikitnya 100 rumah. Sementara itu, air juga menggenangi sedikitnya 70 rumah di Kecamatan Pebayuran.
Sungai Citarum telah meluap sejak empat hari lalu. Bahkan, ketinggian air, pada Minggu 21 Maret 2010 mencapai dua meter di beberapa kawasan.