VIVAnews - Sebanyak tiga siswa di Jakarta Timur tidak dapat mengikuti Ujian Nasional karena diduga mengalami gangguan jiwa dan stres berat. Ketiga siswa yang mengundurkan tidak dapat mengikuti Ujian Nasional akibat stres berat.
Siswa dari SMAN 98 Kalisari berinisial RI, mendadak stres dan memilih untuk pulang dan tidak mengikuti ujian yang digelar serentak mulai hari ini, Senin 22 Maret 2010.
Dua siswa lainnya berasal dari SMAN 48 Makasar, dan SMA Wijaya Kusuma. Mereka mengalami gangguan jiwa beberapa hari menjelang ujian. Surat pengunduran diri untuk tidak mengikuti ujian telah disampaikan orangtua siswa tersebut kepada pihak sekolah.
Kasie SMA Sudin Dikmen Jakarta Timur, Sadikin Kartasasmita mengatakan, ketiga siswa tersebut mengalami depresi atau stres saat menghadapi Ujian Nasional.
"Mereka belum siap menempuh ujian pada tahun ini. Jadi terpaksa ditunda hingga tahun depan,” ujarnya, seperti dikutip dari situs milik Pemerintah DKI Jakarta, Senin 22 Maret 2010.
Data dari Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Timur, tercatat ada 38.865 siswa yang terdaftar sebagai peserta ujian tahun ini. Masing-masing terdiri dari 17.663 siswa SMA dan 21.202 siswa SMK. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya tidak mengikuti UN karena mengalami depresi berat.