VIVAnews - Alterina Hofan saat ini menjalani proses persidangan di Jakarta karena dituduh memalsukan status kelamin. Ibu Alter, Caterina, mengaku telah memaksa anaknya itu pakai rok sejak kecil.
Pemaksaan ini bahkan berlangsung hingga duduk di bangku SMU. "Karena saya menganggap ia perempuan, meski sikap, gaya, dan perangainya lelaki," kata Caterina kepada wartawan di Jayapura, Jumat 7 Mei 2010.
Namun, Alter muda selalu memberontak keinginan sang ibu dengan mengganti roknya dalam mobil sebelum masuk sekolah. Begitupun sebaliknya, ketika pulang ke rumah, Alterina kembali memakai rok, karena takut dimarahi dan dipukul oleh ibu. "Dia kerap saya pukuli."
Caterina yang sehari-harinya berjualan perhiasan itu menganggap sang anak sebagai perempuan, karena saat lahir pada tahun 1977, suster di rumah sakit mengatakan bahwa anaknya berkelamin perempuan.
Sehingga dalam pengurusan akte kelahiran di catatan sipil dicantumkan sebagai perempuan. "Dan kebetulan saat itu saya juga menginginkan anak perempuan," jelasnya. (jn)
Laporan: Banjir Ambarita | Papua