VIVAnews - Sejumlah pemulung memanfaatkan ratusan sisa-sisa besi rongsokan yang terbakar di areal kerusuhan, di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin, 31 Mei 2010.
Meski telah dibatasi dengan garis polisi, mereka terlihat tidak peduli dan tetap mengais dan mengangkut berbagai besi dari rongsokan bangkai motor yang tersisa dengan menggunakan gerobak.
Memang, sejak aksi kericuhan semalam, areal seluas 200 meter ini seperti tidak bertuan. Hingga siang ini, para pemilik yang bangunan menjadi korban pembakaran massa tidak terlihat.
"Belum ada pemilik yang melapor dan datang ke sini, sepertinya mereka masih takut untuk datang ke sini" ujar seorang petugas polisi, Aiptu M. Kamal yang sedang berjaga-jaga di lokasi kejadian.
Sebelumnya, menurut Ketua RW 02, Sinto, para warga pemilik kios sejak semalam telah diungsikan olehnya untuk menghindari jatuhnya korban. "Entah apakah mereka mengungsi ke rumah tetangga atau saudara mereka yang lainnya" ujar Sinto.
Sinto mencatat, kios yang terbakar mencapai 45 kios yang dihuni 210 warga.
Namun, menurut Walikota Jakarta Barat, Djoko Ramadhan, para warga pemilik kios yang mayoritas berasal dari Madura ini telah diungsikan ke Polda Metro Jaya. "Mereka sudah ditampung di Polda Metro Jaya, karena peristiwa ini kan lintas wilayah," ujar Djoko saat dihubungi wartawan.
Mengenai bantuan yang akan diberikan kepada pemilik bangunan? "Ini kan musibah, bantuan yang diperlukan sifatnya hanya temporer seperti dapur umum," ujar Djoko.
Selain itu, pihaknya juga berencana akan memberikan uang duka kepada Ketua Forkabi yang tewas. "Nggak ada santunan resmi, ini hanya spontan saja. Jadi, Polres Tangerang, Polres Jakarta Barat dan walikota Jakarta Barat memberikan uang duka yang diterima langsung oleh adik korban. Mengenai jumlahnya tidak etis untuk disebut," ujar Djoko.