VIVAnews - Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pembinaan terhadap ormas di Jakarta menyusul adanya bentrokan di Cengkareng.
"Masing-masing ormas akan melakukan pembinaan ke dalam. Nanti Kesbang yang akan melakukan pembinaan antar kelompok etnis," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Muhayat di Balaikota DKI, Senin 31 Mei 2010.
Meski begitu, menurutnya kerusuhan yang terjadi di Cengkareng tidak secara utuh melibatkan pertentangan etnis, melainkan kelompok tertentu dari masyarakat. "Itu bagaimana sekarang etnis menahan diri, tidak arogan menyikapi persoalan yang timbul di masyarakat," katanya.
"Menyikapi secara arif, tidak spontanitas, tidak melakukan hal-hal anarkis, kita mengerti yang menjadi korban belum tentu yang terlibat," tambahnya.
Hal yang seharusnya dilakukan adalah bagaimana mendinginkan masyarakat, supaya tidak terprovokasi menjadi anarkis. Sebab penduduk Jakarta terdiri dari beranekaragam etnis. "Masyarakat yang ramah, dan santun," ucapnya.
Sebab bila masalah ini dipertajam bisa berdampak lebih luas lagi. Sehingga seluruh lapisan masyarakat menyikapi perkembangan di lingkungannya lebih arif, dan tidak anarkis.
Tadi malam bentrok massa terjadi di Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat. Dalam bentrokan yang dipicu karena kecelakaan mobil itu mengakibatkan Ketua Forkabi Cipondoh Tangerang Endid Mawardi (43) tewas. Massa kemudian marah dan membakar lima mobil dan puluhan rumah di pemukiman warga Madura di tepi jalan Ring Road Barat, Duri Kosambi, Cengkareng.
(umi)