VIVAnews - Hanya karena persoalan sepele anggota TNI terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Marinir Cilandak, karena mengalami luka tembak pada bagian perutnya.
Menurut sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, penembakan itu dipicu persoalan serempetan motor antara Pratu Marinir Hasan dan pelaku.
Serempetan motor itu terjadi di Jalan Raya Cilangkap RT 02 RW 05, Cipayung, Jakarta Timur, pada Minggu 6 Juni 2010, malam.
Kepala Satuan Reserse Kriminal POlres Jakarta Timur, Komisaris Nicholas mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 19.15 WIB, tepat di depan Masjid Al-Kohir Cipayung.
Sebelum terdengar dua letusan senjata api, sempat terjadi cekcok mulut antara Pratu Hasan dan enam pria yang menggunakan tiga motor.
"Mereka cek cok mulut karena kendaraan mereka serempetan. Korban masih dirawat karena peluru yang bersarang di perut kirinya," terang kasat, Senin 7 Juni 2010.
Hingga kini petugas Polsek Cipayung dan Polres Jakarta Timur masih menyelidiki identitas pelaku penembakan. Apakah anggota TNI atau kepolisian.
"Bisa saja masyarakat atau justru penjahat," ujarnya lagi
Sementara itu, data yang ada di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, sepanjang lima bulan terakhir terjadi 46 kasus kejahatan dan kekerasan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dari jumlah itu, 23 diantaranya telah berhasil diungkap.
Selain menembak mati dua tersangka, polisi juga mengamankan 44 orang pelaku kejahatan ini berikut barang bukti 26 pucuk senjata api diantaranya berjenis colt 38 dan FN, 100 butir peluru, 5 buah selongsing, 4 proyektil, 2 kendaraan roda empat, 7 unit kendaraan roda dua, sebilah pisau, 2 linggis, 1 buah bor, 5 kunci letter T serta uang tunai Rp 159.717.000.