VIVAnews - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi hujan dengan intensitas sedang masih akan mengguyur wilayah Jakarta hingga sepekan ke depan.
"Hingga tiga hari ke depan sampai sepekan, hujan masih berpeluang turun di wilayah Jabodetabek" ujar Kasubid Informasi Meteorologi Publik BMKG, Hari Tirtojatmiko, Rabu 16 Juni 2010.
Menurut Hari, intensitas hujan turun didominasi ringan hingga sedang. Untuk bagian selatan, timur dan barat Jakarta masih berpeluang hujan lebat.
Potensi hujan turun diprediksi terjadi antara siang hingga malam hari dengan durasi satu hingga dua jam. Selain itu, hujan diiringi petir dan angin kencang juga masih berpeluang terjadi.
Ada lima faktor yang mempengaruhi terjadinya hujan di Jabodetabek dalam satu bulan terakhir meski telah masuk musim kemarau. Lima faktor itu antara lain, suhu perairan Indonesia masih hangat dengan kisaran 29 hingga 30 derajat celcius. Dengan anomali di suhu perairan Indonesia berkisar 0,5 hingga 1,5 derajat celcius.
Faktor kedua, adanya aliran massa udara dari Samudera Hindia menuju wilayah Indonesia bagian barat. Kemudian, ketiga, kelembaban udara pada ketinggian 850 dan 750 milibar berkisar antara 60 hingga 85 persen.
Keempat, masih adanya aliran massa udara dari samudera pasifik menuju wilayah Indonesia bagian timur, dan yang terakhir adalah kondisi lokal wilayah Indonesia yang tekanan udaranya rendah dibanding wilayah sekitar Indonesia.
"Makanya cuaca untuk wilayah Indonesia khususnya Jabodetabek, satu hingga tiga hari ke depan masih berpotensi adanya pertumbuhan awan hujan (turun hujan)" ujar Hari.
Namun, Hari membantah, jika kondisi cuaca akhir-akhir ini dikatakan ekstrim. "Turunnya hujan di awal musim kemarau kali ini bukan termasuk cuaca ekstrim, tapi memang wilayah Indonesia saat ini masih basah" pungkas Hari.(np)