Metro

Pembelian Gas Elpiji Dibatasi

Jumlah pasokan gas belum sebanding dengan permintaan konsumen.

Selasa, 16 Desember 2008, 14:07 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Aries Setiawan
Stasiun pengisian dan pengakutan bulk elpiji Srengseng, Jakarta Barat (VIVAnews/ Aries Setiawan)

VIVAnews - Pasokan gas elpiji dari Pertamina mulai lancar ke sejumlah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE). Namun, jumlah pasokan belum sebanding dengan permintaan konsumen.

Antrean panjang masih terjadi di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Srengseng, Jakarta Barat, Selasa 16 Desember 2008. Tak hanya agen, tetapi juga para pengecer gas elpiji.

Melihat kondisi ini, pengelola SPPBE memperketat aturan pembelian. Seorang pengecer hanya diberi jatah maksimal 10 tabung gas ukuran tiga kilogram, dan satu tabung 12 kilogram. Pembelian dilayani dengan sistem nomor antrean.

Sedangkan untuk agen diberi 60 tabung gas ukuran tiga kilogram. Sub agen langganan mendapat jatah lebih banyak, maksimal 100 tabung ukuran tiga kilogram. "Dari pukul 08.00-10.00 WIB, sebanyak 2.400 tabung tiga kilogram sudah habis kita distribusikan," ujar Mulyadi, salah seorang petugas SPPBE Srengseng.

Humas SPPBE Srengseng, Agus Samsul, mengatakan, pasokan gas elpiji dari Pertamina mulai normal. Pasokan sudah mendekati 220 ton per hari. "Produksi mendekati normal, karena pasokan berjalan lancar. Hanya saja, beberapa kontainer terjebak macet, jadi produksi agak lambat," kata Agus.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ