VIVAnews - Sudah sebulan berselang, peninggian jalan Peta Barat di Kalideres Jakarta Barat membuat arus lalu lintas macet total. Banyak warga yang menilai peninggian jalan itu dinilai tidak efektif tapi menciptakan kemacetan.
Setiap hari baik pagi, siang maupun malam, lalu lintas dari arah Cengkareng dan Kalideres yang menuju Bandara Soekarno-Hatta ataupun sebaliknya macet total. Jarak tempuh dari Kalideres menuju Bandara yang biasanya hanya 15 menit kini memakan waktu minimal 1,5 jam.
Dedi, 32 tahun, salah satu warga mengaku kesal dengan peninggian jalan ini. "Harusnya pemerintah memperlebar jalan bukan meninggikannya," kata Dedi, Senin, 28 Juni 2010.
Sebab selama ini, jalan Peta Barat tidak pernah banjir meski Jakarta diguyur hujan lebat. Dia menilai pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak efektif.
Selain itu, proyek peninggian jalan yang dibarengi juga dengan pembuatan saluran air dengan ketinggian 40 cm membuat sejumlah pengusaha mengeluh. Sebab tempat mereka usaha mereka mengalami penurunan omset.
Misalnya Petrus, salah satu pengusaha bengkel. Dia menuturkan konsumen kesulitan masuk bengkelnya karena terhalang saluran air yang baru dibuat. "Ini sudah sebulan lebih berjalan," keluh Petrus.
Dia juga mempersoalkan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Dia menilai peninggian jalan tidak memecahkan kemacetan. "Kenapa tidak dilebarkan saja jalannya. Saya rela, sebagian tanah saya diambil untuk pelebaran," katanya.
Traffic Management Center Polda Metro Jaya juga telah mengingatkan pengguna jalan untuk berhati-hati melintasi Jalan Peta Barat. Sebab beda ketinggian antara jalan lama dan jalan baru sangat tinggi sekitar 40 centimeter.
"Peninggian jalan ini menyebabkan lalu lintas tersendat. Belum tahu kapan berakhirnya" kata Brigadir Satu Yoka, petugas TMC Polda Metro Jaya.