Metro

Voorijder Dibisniskan, Jawaban Polda Metro?

Masyarakat biasa juga bisa meminta pengawalan menggunakan vooridjer.

Rabu, 7 Juli 2010, 16:38 WIB
Maryadie, Sandy Adam Mahaputra
Motor BM yang dikendarai polisi Polda Metro Jaya (VIVAnews/Maryadie)

VIVAnews - Polda Metro Jaya membantah adanya komersialisasi pengawalan menggunakan voorijder kepada masyarakat. Bantahan ini terkait tudingan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang mengungkapkan polisi membisniskan voorijder.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Boy Rafli Amar. Menurutnya bentuk pengawalan menggunakan voorijder(patroli jalan raya) merupakan pelayanan jasa kepolisian untuk mengawal pejabat atau tamu negara sekelas VVIP.

Bukan hanya itu, masyarakat biasa juga bisa meminta pengawalan menggunakan vooridjer(patroli jalan raya) asalkan untuk keperluan kegiatan yang memerlukan ketepatan waktu sampai tujuan.

"Misalnya satu RT mau pergi ke Puncak untuk mengikuti acara, tentunya bisa mengajukan pengawalan ke petugas piket Satuan Patwal Dirlantas Polda Metro Jaya dan itu tidak dikenakan biaya," ujarnya kepada wartawan, Rabu 7 Juli 2010

Namun, sambung dia, tentunya tidak serta merta setiap orang bebas untuk mendapatkan jasa pengawalan tanpa melihat urgensinya. "Jadi tidak benar kalau dikomersilkan, apalagi dipungut biaya, karena itu sebuah pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Terkait, banyak mobil-mobil pribadi yang menggunakan pengawalan dari vooridjer saat melintas di Puncak beberapa waktu lalu, dan tidak terhindar dari kemacetan, Boy mengatakan jika mobil-mobil itu bisa jadi merupakan pejabat yang sedang menggunakan mobil pribadi.

"Mungkin itu pejabat yang tengah bertugas untuk mencapai tujuan tepat waktu. Kalau mobil pribadi tentunya kita tidak akan memberikan pengawalan tanpa melihat urgenitasnya," ujarnya mengakhiri perbincangan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Datuak
10/08/2010
Benar adanya...sudah rahasia umum...Polisi jgn ngeles....perbaiki diri dan jadilah pelayan masyarakat yg sebenar-benarnya...ingat, kegiatan Polisi dibiayai dari uang hasil keringat rakyat (Pajak)...dan hasilnya juga untuk rakyat...Bravo..
Balas   • Laporkan
revan
29/07/2010
bukan rahasia umum, dipuncak nanti transaksinya di RM padang sebelah kiri sebelum lampu merah yang arah Jakarta, polisi ngeles terus kayanya pameonya mesti diganti dr "mana ada maling ngaku jadi : "mana ada polisi ngaku"
Balas   • Laporkan
setan kadut
23/07/2010
Hidup orang kaya dan berkuasa, susah orang miskin stress karena macet.. Hidup polisi pelayan masyarakat ?
Balas   • Laporkan
bodoamat
07/07/2010
itu sih dah rahasia umum...
Balas   • Laporkan
kunadi
07/07/2010
polisi,sebaiknya jangan mudah membantah.Ini demi kepercayaan masyarakat.Sebaiknya petugas polisi cek sendiri,lakukan penyamaran.Bila terbukti benar ,lakukan segera penertibannya.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ