Metro

Makin Canggih, Rp100.000 Sering Dipalsukan

Uang palsu yang sering dipalsukan adalah pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000.

Selasa, 20 Juli 2010, 17:48 WIB
Arinto Tri Wibowo, Agus Dwi Darmawan
Uang Palsu (ANTARA/Andika Wahyu)

VIVAnews - Peredaran uang palsu di Indonesia kini jumlahnya makin menurun. Namun demikian, Bank Indonesia (BI) menemukan teknologi pemalsuan dan kualitas dari uang palsu yang beredar kini semakin canggih.
 
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Rochadi, mengatakan uang palsu yang sering dipalsukan saat ini adalah pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000.
 
"Tapi yang kami waspadai itu, kualitasnya lebih bagus," kata Budi di Kantor Bank Indonesia, Bandung, Selasa 20 Juli 2010.
 
Membaiknya kualitas uang palsu itu diduga karena pelaku pemalsuan yang ditangkap dan dipenjara akhirnya saling kenal dan melatih.
 
Untuk itu, menurut dia, Bank Indonesia terus meningkatkan kemampuan pengamanan uang pecahan. Seperti pada uang pecahan Rp10.000 desain baru, BI memperbaiki sistem pengaman dengan memasang rainbow printing.

"Ini kalau di-copy kelihatan satu warna. Tapi kalau digoyang-goyang bisa berubah-ubah," katanya.
 
Menurut data BI, jumlah uang palsu saat ini terus menurun dari sembilan lembar per satu juta lembar menjadi tujuh lembar per satu juta lembar. (hs)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ