Metro

Empat Mal di Jakarta yang Bikin Jalan Macet

Hasilnya terjadinya kemacetan yang cukup panjang.

Jum'at, 23 Juli 2010, 11:57 WIB
Maryadie, Sandy Adam Mahaputra
  (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Banyak sebab mengapa Jakarta macet. Jumlah kendaraan yang banyak, jalan yang sempit, lalu lintas yang semrawut dan pembangunan sejumlah pusat perbelanjaan yang meremehkan kepentingan para penguna jalan.

Lihatlah data tahun 2010 ini. Jumlah kendaraan bermotor  5,6 juta. Dari jumlah itu, sekitar 3,9 juta unit kendaraan roda dua dan 1,34 juta mobil. Jika tidak dikendalikan, 5 tahun lagi jumlah kendaraan itu akan melampaui jumlah penduduk DKI-- yang menurut catatan sipil DKI tahun 2010 jumlahnya 8.522.589 orang.

Pertumbuhan jumlah pusat perbelanjaan juga pesat.  Hingga tahun 2010, 170 mal memenuhi ibukota. Jumlah itu menaruh Jakarta sebagai ibukota negara dengan jumlah mal terbanyak di dunia.

Pembangunan mal yang tidak terkendali itu juga menyebabkan kemacetan. Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa  pusat perbelanjaan selalu memakai jalan umum sebagai pintu masuk menuju mal. 

"Kalau mau masuk mal pasti harus memakai jalan umum sehingga memadatkan jalan hingga akhirnya menimbulkan kemacetan," kata.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar.

Boy menyebutkan ada empat mal yang menjadi sumber kemacetan. Diantaranya Plaza Semanggi. Pintu masuk mal ini persis di depan jalan utama Gatot Subroto atau putaran Bundaran Semanggi. Antrian kendaraan yang masuk ke mal, mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto dan Sudirman.

Sejumlah pusat perbelanjaan lain yang bikin macet adalah  Mal Taman Anggrek, Grand Indonesia dan Ambasador.

"Keempat mal itu menjadi sumber utama kemacetan di jalan Jenderal Sudirman, Thamrin, S Parman, Prof Sartio, dan Gatot Subroto. Bahkan kemacetan di jalan-jalan itu bisa sampai beberapa kilometer,"jelas Boy.

Dia meminta Pemprov DKI Jakarta untuk segera melakukan evaluasi terhadap bangunan yang sudah ada. Bila mereka tidak memakai jalan umum dan membuat jalan sendiri diharapkan bisa mengurangi kemacetan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
tikus
13/08/2010
Anehnya, di sejumlah mal di Ibukota, satpamnya sdh lebih berkuasa daripada polantas, bisa malangin jalan pake motor.... polisi nya ke mana, kok bisa ga di tempat? Halah....
Balas   • Laporkan
angel
13/08/2010
mles ke mall dah jadi''a
Balas   • Laporkan
tango
10/08/2010
yahhhhhh....klo udah kejadian baru di evaluasi... bukanya dari doeloe sebelumnya di analisis dampaknya.. kebanyakan orang pinternya sihhhhhhhhhh
Balas   • Laporkan
ulli
10/08/2010
Coba diingat2 ya, siapa yg kasih ijin tuk membangun mall di spot2 yg tadi disebutkan??? Knp diijinkan kl efeknya tidak pernah diperhitungkan?? ... it's all about the money ehm ehm
Balas   • Laporkan
citizeb
31/07/2010
ternyata biang macet itu akibat kebijakan gubernur yang dengan mudah memberi izin pendirian mal-mal , maklum sogokannya gede sulit untuk ditolak, dasar mental korup
Balas   • Laporkan
cewek matre
23/07/2010
Di Kelapa Gading, MOI tuh penyumbang macet total. MKG ga begitu asalkan angkotnya ga ngetem didepan mal.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ