VIVAnews - Kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram masih berlangsung hingga Jumat 19 Desember 2008. Pasokan gas dari Pertamina belum seimbang dengan kebutuhan konsumen.
Zul, 40 tahun, sopir agen gas PT Anugerah, mengaku sudah dua hari mengantre di stasiun pengisian gas, PT Bumi Indo Gas Utama, Bintara, Bekasi. Ia membawa 700 tabung gas kosong ukuran tiga kilogram. "Sampai sekarang belum terisi," ujarnya kepada VIVAnews, Jumat 19 Desember 2008.
Aib, sopir agen gas PT Nata Bungsu, Jakarta Timur, mengaku sudah mulai terbiasa dengan antrean panjang di stasiun pengisian yang melayani agen gas di wilayah Bekasi dan Jakarta Timur ini. Ia datang pagi tadi sekitar pukul 04.30 WIB, membawa 400 tabung gas kosong. "Sebelumnya saya juga dapat jatah setelah mengantre dua hari. Itu pun tak semua tabung yang saya bawa terisi," ujar Aib.
Nasib serupa juga dialami sekitar 15 sopir truk dari sejumlah agen dari Bekasi dan Jakarta Timur. Bersama Zul dan Aib, mereka harus sabar mengantre untuk mendapatkan gas isi ulang.
Suharip, 46 tahun, pegawai stasiun pengisian gas PT Bumi Indo Gas Utama, mengatakan, pasokan dari Pertamina belum mencukupi kebutuhan konsumen. Dalam sehari, perusahaannya mendapat pasokan gas dari Pertamina sebanyak 10 tangki, yang masing-masing berisi 10 ton gas. "Tapi selalu cepat habis, karena antrean banyak. Situasi belum normal, dan sepertinya permintaan terus melambung," ujar Suharib.