VIVAnews - Sejumlah bengkel resmi di Jakarta kebanjiran kendaraan roda empat yang mengalami kerusakan pompa bensin (fuel pump). Kondisi ini terjadi sejak beredarnya informasi minimnya kualitas oktan premium di sebagian besar SPBU di Jakarta.
Seperti yang dialami, pusat pembelian dan perbaikan Asco Daihatsu, sales and service yang terletak di jalan RS Fatmawati No. 25 Jakarta Selatan. Sejak awal bulan ini, jumlah kendaraan masuk untuk perbaikan pompa bensin kendaraan di bengkel ini meningkat. Rata-rata 4 kendaraan per pekan.
"Untuk minggu ini saja, kendaaran yang bermasalah fuel pumpnya ada 4 yang masuk bengkel, karena menurut pemiliknya, kendaraan mereka tiba-tiba mati mendadak. Setelah dicek, ternyata fuel pumpnya bermasalah" ujar staf pelayanan pelanggan Arif kepada VIVAnews, Selasa, 27 Juli 2010.
Padahal kendaraan-kendaraan tersebut jarak tempuhnya masih minim berkisar 10 ribu hingga 20 ribu kilometer. "Biasanya yang layak ganti kan kalau jarak tempuhnya sudah mencapai 80 ribu lebih kilometer" ujar Arif.
Meski demikian, karena masih dalam masa garansi, kendaraan tersebut tidak dikenakan biaya dalam perbaikan ini.
Hal yang sama juga dialami bengkel resmi Toyota, Auto 2000 yang terletak di Jalan Radio Dalam No. 124 A-B, Jakarta Selatan. "Sejak dua minggu lalu, permintaan penggantian fuel pump meningkat. Untuk minggu ini sudah tiga kendaraan yang masuk," ujar seorang mekanik, Satmanto.
Menurut Satmanto, kondisi ini baru akhir-akhir ini dialami bengkelnya. "Sebelum-sebelumnya, belum pernah ada kejadian seperti ini (penggantian fuel pump saat jarak tempuh kendaraan masih minim)" ujar Arif.
Hal senada juga disampaikan staf layanan perbaikan Astra Internasional Daihatsu, Taufik. Mulai pekan ini, bengkelnya yang terletak di jalan Sultan Iskandar Muda No. 15, Jakarta Selatan menerima sejumlah pelanggan yang mengeluhkan kerusakan fuel pump pada kendaraannya.
"Ada 2 kendaraan yang masuk bengkel ini karena masalah di fuel pumpnya. Padahal kendaran tersebut baru menempuh 20 ribu kilometer" ujar Taufik.
Namun, dia tidak mau menduga jika kerusakan fuel pump tersebut akibat kualitas bensin premium. "Itu mungkin perlu diuji terlebih dahulu" ujar Taufik.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) membantah jika bahan bakar minyak (BBM) produksi perusahaan menyebabkan kerusakan pada pompa bahan bakar (fuel pump) kendaraan. Pihaknya mengaku masih menunggu hasil penelitian lebih lanjut mengenai penyebab kerusakan tersebut.
"Logikanya, kalau BBM bermasalah, maka kendaraan berhenti semua di Jakarta ini," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina, Toharso.
Pernyataan Toharso ini menyusul setelag ada keluhan dari pengelola taksi Blue Bird kebingungan lantaran kendaraan rusak secara bersamaan dalam waktu singkat. Sebanyak 1.200 unit mobil taksi Blue Bird mengalami kerusakan seragam dan massal. Kerusakan terletak pada pompa bahan bakar atau fuel pump.
Tak hanya taksi, kendaraan pribadi pun mengalami kerusakan yang sama juga.