Metro

Uji Coba Batasi Motor Digelar di Blok M-Kota

Karena sarana transportasi publik di kawasan ini relatif bagus."

Rabu, 28 Juli 2010, 09:32 WIB
Siswanto, Zaky Al-Yamani
Sepeda Motor (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews –  Uji coba pembatasan peredaran sepeda motor pada jam-jam sibuk pada tahap pertama nanti, rencananya akan dilakukan di rute Blok M – Kota.

“Karena sarana transportasi publik di kawasan ini relatif bagus. Jalur ini merupakan rute Koridor I bus Transjakarta, Blok M - Kota,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Udar Pristono, Rabu, 28 Juli 2010.

Dengan demikian, kata Udar, pengguna sepeda motor dapat beralih menggunakan layanan bus Transjakarta. 

Menurut Udar, penerapan kebijakan pembatasan peredaran sepeda motor di jam sibuk, dapat mengurai kemacetan.

Ditanya kapan uji coba rute Blok M – Kota dilaksanakan, Udar belum menyebutkannya karena rencananya masih dimatangkan lebih dulu.

Ia menambahkan saat ini, Dinas Perhubungan tengah melakukan kajian secara mendalam bersama Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya mengenai rencana pembatasan peredaran sepeda motor pada jam sibuk.

Udar juga mengatakan sebelum penerapan kebijakan baru itu, pemerintah akan lebih dulu membenahi operasionalisasi bus Transjakarta. Di antaranya, dengan melakukan sterilisasi jalur busway di empat koridor yakni, Koridor I, IV, V, dan VI.

Ide pembatasan jumlah peredaran sepeda motor di jam sibuk sebelumnya dilontarkan Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo.

Ia juga menyebut pesatnya pertumbuhan jumlah sepeda motor. Setiap hari, kendaraan roda dua baru yang beredar di jalanan Jakarta bertambah sekitar 900 unit. Lalu, jumlah mobil baru bertambah 240 unit.

"Tidak berimbang dengan luas jalan," kata Fauzi.

Tetapi, ide ini ditentang keras para pengguna sepeda motor. Mereka menilai pemerintah tidak bijak. Menurut mereka, harusnya mobil baru yang dibatasi.

“Bayangkan, mobil sebesar itu hanya ditumpangi satu atau dua orang. Merekalah yang mesti diatur,” kata Rudiansyah, pengurus Kelompok Sepeda Motor Jakarta.. “Coba perhatikan, hanya karena mereka pergi untuk makan siang, seluruh jalan Jakarta macet.”

Selain memicu macet, kata dia, mobil juga memakan banyak ruang. Mereka pulalah yang memicu pembangunan di lahan hijau demi jalan raya. (hs)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Agung
30/07/2010
CERDAS usulan dari foke... klo mau meninjau ulang jalur busway seharusnya foke, pejabat dan jajarannya ikut terjun langsung tiap hari naik busway. masak yg promosi ndak mau pakai produk sendiri...
Balas   • Laporkan
muly
29/07/2010
Semakin keliatan aja kualitas Gubernur kita dan pejabat2nya, Si kumis FOKE ga bisa mikir cuma bisanya nguap doang and makan gaji buta, dasar2 pejabat....
Balas   • Laporkan
Ivan
29/07/2010
Nggak punya otak tuch yang punya ide....
Balas   • Laporkan
Pejabat
28/07/2010
Kog gitu aja report.
Balas   • Laporkan
Christine
28/07/2010
atur angkot yg ngetem pak dijamin lancar.. klo mo bikin aturan turun kejalan tapi jangan dikawal or inspeksi dadakan biar tau permasalahan utamanya jangan cuma pake teori
Balas   • Laporkan
oi
28/07/2010
Luar biasa...betul-betul alasan dan jalan keluar yang sangat "brilian" Pak. Di lihat dari hasil razia Polisi beberapa waktu lalu, masalah kemacetan utama ada di transportasi umum Pak. Kenapa motor yang dibenahi? Saya pakai motor karena lebih murah, nyaman
Balas   • Laporkan
realistis
28/07/2010
Saya sangat tidak setuju dengan pengalihan pengendara sepeda motor untuk naik trans jakarta. Pengendara sepeda motor itu mau hemat, paling isi bensin brp sih.. kalau kita disuruh naik trans jakarta sehari PP udah 7.000, 5 hari kerja udah 35.000. saya saja
Balas   • Laporkan
willy
28/07/2010
seharusnya pemerintah membuat Mass Rapid Transportation dan tentu saja memiliki kenyamanan yang lebih sehingga membuat orang berpikir 2 kali bahkan ribuan kali untuk menggunakan kendaraan pribadi. Pemerintah seharusnya membatasi keduanya, baik sepeda moto
Balas   • Laporkan
willy
28/07/2010
seharusnya pemerintah membuat Mass Rapid Transportation dan tentu saja memiliki kenyamanan yang lebih sehingga membuat orang berpikir 2 kali bahkan ribuan kali untuk menggunakan kendaraan pribadi. Pemerintah seharusnya membatasi keduanya, baik sepeda moto
Balas   • Laporkan
juragan motor
28/07/2010
mending pembatasannya dibikin berdasarkan Merek Motor. misalnya hari Senin hanya untuk Honda dan Kawasaki, Selasa untuk Yamaha dan Bajaj, Rabu untuk Suzuki dan Tvs, dst.. , maksudnya untuk merek yg tertentu pada hari2 tertentu dilarang melintas di jalan p
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ