Metro

Pembatasan Motor di Seluruh Jalur Busway

Pengguna motor akan dipaksa beralih menggunakan Bus Transjakarta.

Rabu, 28 Juli 2010, 11:52 WIB
Eko Priliawito, Sandy Adam Mahaputra
Kendaraan terjebak macet. (ANTARA/Jafkhairi)

VIVAnews - Aturan pelarangan motor melintas pada jalur tertentu akan diterapkan pada seluruh jalur Bus Transjakarta. Uji coba akan dilaksanakan pada jalur Blok M - Kota.

"Nantinya bila ada lajur Bus Way, pasti motor dilarang," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Rabu 28 Juli 2010.

Dengan demikian, pengguna sepeda motor dapat beralih menggunakan layanan bus Transjakarta. Saat ini Dinas Perhubungan tengah melakukan kajian secara mendalam bersama Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya.

Sebelum kebijakan baru ini diterapkan, pemerintah akan membenahi operasionalisasi bus Transjakarta dan angkutan masal lainnya. Sterilisasi jalur busway Koridor I, IV, V, dan VI.

Ide pembatasan jumlah peredaran sepeda motor pada jam sibuk dilontarkan Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo.

Cara jitu untuk mengatasi macet ini harus segera direalisasikan karena pertumbuhan motor di jalanan Jakarta sudah tidak dapat ditahan lagi. Setiap hari sekitar 900 unit motor dan  240 unit mobil baru masuk di jalan Jakarta.

Meski masih dalam pembahasan, rencana ini mendapat penolakan keras dari komunitas pengguna motor di Jakarta. Mereka menilai pemerintah tidak bijak. Harusnya mobil baru yang dibatasi karena memakan banyak ruang dan memicu pembangunan di lahan hijau untuk jalan raya. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
andrea
06/08/2010
hahaha polisi yg pk motor jg jgnboleh melintas pejabat yg d kawal polisi naek motor jg ga blh lewat smua naek busway yuuuk..tp busway nampung ga yaa??
Balas   • Laporkan
dilla
29/07/2010
Aneh2 aja pemkot DKI macet koq nyalahin kendaraan sepeda motor....yg jelas2 mobil yang makan lahan banyak di jalanan(BIANG MACET)....coba deh bikin peraturan mobil dilarang melintas di sepanjang jalur busway yang boleh hanya sepeda motor.
Balas   • Laporkan
jofle
29/07/2010
Masa ahli buat keputusan kaya gini.Sangat diskriminasi sama orang kecil. Coba dibalik, yg boleh d jakarta hanya motor..pasti jakarta ga macet..biz motor kn kecil ga kaya mobil...parah nh pemda
Balas   • Laporkan
kaka
29/07/2010
bener2 keputusan yg panik, ga dipikir dulu akibatnya. Kasihan orang2 menengah k bawah yg jg berhak memakai jalan protokol. Yg pake motor kn bayar pajak jg masa d larang.Jd cuma yg punya mobil doank, bener2 keterlaluan tuh pemda..ga dipikir apa?
Balas   • Laporkan
susanto
28/07/2010
Pak Dishub, gan...space 4 mtr equal dgn 1 mobil (kira2) so adilnya sih sekalian aje ama larangan masuk mobil ke area koridor busway, biar warga Jkt pade pake sepeda atawa jalan kaki aje, kan jadi kota hijau tuh! (go green city) 'n pade sehat semua dah jan
Balas   • Laporkan
Rully
28/07/2010
Trus ke halte busway nya naik apa pak? Naik kendaraan umum, apakah kendaraan umum di Jakarta ini sudah memadai pak? Naik motor, mau parkir di mana pak?
Balas   • Laporkan
oi
28/07/2010
Saya naik motor karena lebih murah, nyaman dan on time di banding kendaraan umum yg bapak sediakan. Apakah Bapak Udar pernah naik Trans Jakarta??? dah lama, sumpek lagi!!! Bgm kalau di tambah 900 orang lagi???
Balas   • Laporkan
jhon
28/07/2010
"berjalan lihat ke bawah jangan ke atas".jangan tambah penderitaan rakyat kecil lg,bagaimana mau maju negara ini?????
Balas   • Laporkan
Brahmoyo
28/07/2010
Maaf Pak Gubenur kalo Omongan saya & RAKYAT KASAR.. Supaya ADIL antara Motor & Mobil bahwa KEDUANYA tidak BOLEH MELINTAS di JALAN PROTOKOL & PUSAT BISNIS/PERKANTORAN,YANG MAU KESANA HARUS MENGUNAKAN BUSWAY atau ANGKUTAN UMUM YANG TERSEDIA. JADI PEMIMPIN H
Balas   • Laporkan
cipluk
28/07/2010
Bukan karena kaya ato miskin, tetapi pengendara motor tidak tau aturan, jalan seenak jidatnya, pelanggar lalin terbanyak dan trouble maker dijalan, liat aja sendiri ulah pengendara motor dijalanan merasa sok jagoan...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ