Please install the Flash Plugin
VIVAnews - Universitas Katolik Atmajaya menyatakan bahwa orang yang terpental ditabrak mobil patroli polisi dalam video yang tersebar luas di Internet, bukanlah mahasiswanya. Demikian dinyatakan Humas Atma Jaya, Didi Mus Antonius, kepada VIVAnews.com.
Bahkan Didi meyakinini peristiwa itu tidak pernah ada. Dia mengaku berada tepat di depan kampus Atmajaya saat berlangsung aksi demonstrasi menolak kenaikan BBM pada 2008 lalu itu dan tak pernah melihat kejadian seperti dalam video itu.
"Peristiwa tersebut tidak ada. Saya ada di lokasi sampai selesai. Memang ada mobil patroli melintas saat demo," ujar Didi.
Didi juga menjelaskan aksi menolak kenaikan harga BBM itu, yang berujung dengan pembakaran mobil Toyota Avanza berplat merah, bukan dilakukan oleh elemen mahasiswa Atmajaya.
Senada dengan Didi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyatakan peristiwa itu tidak terjadi di depan kampus Atmajaya tapi di depan Gedung DPR/MPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Dipastikan Boy, peristiwa itu memang betul ada. Tapi, apa yang tergambar dalam video ternyata telah direkayasa dan tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas polisi yang mengendarai mobil patroli itu tidak menabrak pendemo sampai terpental seperti digambarkan dalam video itu. "Video itu direkayasa. Petugas yang mengendarai mobil patroli itu hanya menyerempetnya," kata Boy. (kd)