Metro

Pengguna Motor Tidak Perlu Merasa Disalahkan

Pemerintah DKI berharap pengguna sepeda motor tidak merasa didiskriminasi.

Kamis, 29 Juli 2010, 05:13 WIB
Eko Priliawito, Zaky Al-Yamani
Sepeda Motor (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

 

VIVAnews - Pemerintah DKI memang tidak punya hak penuh melarang masyarakat untuk memiliki sepeda motor. Tapi ada wewenang lain yang bisa diterapkan guna mengatur penggunaan kendaraan tersebut.

Saat ini pembatasan kendaraan roda dua masih terus dikaji bersama dengan pihak terkait. Semuanya untuk membebaskan Jakarta dari kemacetan.

Jadi, Pemerintah DKI berharap pengguna sepeda motor tidak merasa didiskriminasi terkait rencana pembatasan kendaraan roda dua itu.

"Kajian tentang pembatasan kendaraan bermotor di sejumlah jalan masih terus dilakukan," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Rabu 28 Juli 2010 kemarin.

Demikian pula dengan kajian untuk menerapkan jam bebas sepeda motor di kawasan- kawasan tertentu, akan terus dilakukan untuk mencari formulasi yang tepat.

Pemerintah DKI juga akan terus memperbaiki pelayanan angkutan umum. Seperti Transjakarta dan pembangunan sarana transpotasi masal yang lain. Tentunya yang aman, nyaman, dan beradab.

Pembatasan kendaraan roda dua akan diterapkan secepatnya setelah kajian itu selesai. Seluruh jalur Bus Transjakarta akan menjadi kawasan pembatasan kendaraan roda dua itu.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, uji coba pembatasan motor akan dilakukan di sepanjang Koridor I bus Transjakarta dengan rute Blok M-Kota.

Alasannya, sarana transportasi publik di kawasan tersebut dinilai relatif bagus. Selanjutnya, uji coba juga akan dilakukan pada jalur lainnya yang dilalui bus Transjakarta.

Tapi rencana pembatasan kendaraan roda dua belum sepenuh diterima masyarakat. Apalagi bagi pengguna motor. Mereka beranggapan, menggunakan motor jauh lebih efektif dan ekonomis, dibanding naik angkutan umum.

• VIVAnews
Rating
Komentar
ESBEYE
05/08/2010
edward...komen loe justru membuktikan loe sdr dungu dan naif. Semua digeneralisasi..naif bgt. kasian deh loe.
Balas   • Laporkan
Gunawan
31/07/2010
Saya memiliki MOBIL dan MOTOR. Tapi saya lebih memilih MOTOR untuk perjalan rutin dlm kota dari pada menggunakan mobil. to edward: JADI TIDAK SEMUA PENGGUNA MOTOR MISKIN HARTA DAN MISKIN JIWA. Pakai otak dan buka wawasan kalau komentar......
Balas   • Laporkan
komang
30/07/2010
kenapa bukan mobil yang d? batasi. karena sudah terbukt? mobil yang b?k?n macet. apalag? kalau mob?l berhent? sembarangan. kalau berangkat kerja na?k angkot akan menambah besar lagi pengeluaran. apakah org kec?l selalu d? t?ndas...??????
Balas   • Laporkan
edward
30/07/2010
pada kenyataannya memang motor yg sering bikin macet kok,jalur lawan diambil jadi deadlock gak bisa gerak,belum lagi naik trotoar bla..bla..bla...orang Indonesia gak cuma miskin harta,tp miskin jiwa,jelas-jelas salah tapi gak mau disalahkan.mau jadi apa?
Balas   • Laporkan
rahmadi
30/07/2010
hayoo..siapa dulu yg milih si kumis.. pendukungnya pada pawai pake motor,skrng motor dilarang.. Foke kampret !!
Balas   • Laporkan
edy santoso
29/07/2010
DISKRIMINASI. Omong Kosong jika da yg bilang Bukan. Dari rencana BBM non subsidi sekarang peredaran dibatasi, apa lagi nanti. Yang jelas 80% macet akibat jalan penuh MOBIL.Apa dg pembatasan motor lalulintas lancar ? Yg jelas Kemacetan ada pada Pemerintah
Balas   • Laporkan
dua roda
29/07/2010
ayo bikers...jalan-jalan yg menuju ke arah jl. sudirman-thamrin dan seterusnya kita blokir sj dgn motor-motor kita...biar yg pake mobil tidak bisa masuk...sama-sama macet...
Balas   • Laporkan
daniel
29/07/2010
SELALU ORANG KECIL YANG JADI KORBAN, AYO PEMILIK MOTOR KITA BELI MOBIL SUPAYA TAMBAH MACET, KARENA KITA SUDAH TIDAK BOLEH JALAN!
Balas   • Laporkan
siswandie
29/07/2010
alasanya bukan mengatasi macet...tapi nyari duit lebih banyak, kan tiket busway mau naeeek..... makanya ayo donk contohin bang foke....naek angkutan umum dari rumah ke kantor.....biar ngerasain apa yang dirasakan rakyatnya
Balas   • Laporkan
siswandie
29/07/2010
pinter banget ya nyari duitnya DKI, motor dibatasi...tiket busway mau naek..... yang kaya makin enak...yang miskin makin susah.....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ