Please install the Flash Plugin
VIVAnews -Polisi terus memburu si pengunggah video yang mengambarkan seorang mahasiswa yang ikut unjuk rasa menolak kenaikan BBM 2 tahun lalu di Jakarta, ditabrak mobil patroli polisi hingga terpelanting.
Banyak yang mendesak agar sebaiknya polisi fokus menyelidiki benar-tidaknya kasus tabrakan itu, ketimbang hanya sibuk memburu si pelaku.
Kemarin, dalam wawancara dengan Metro TV, mahasiswa yang menetap di Jambi itu berencana melaporkan kasus itu kepada Komnas HAM. Komisi yang mengurus hak asasi manusia itu juga sudah bersiap. Mereka menunggu sang mahasiswa datang melapor. Bagaimana dengan rekasi polisi?.
Kepolisian Daerah Metro Jaya tidak takut dengan rencana laporan ke Komnas HAM itu. "Bila merasa dirugikan silahkan saja melapor. Ke Komnas HAM atau polisi kami terbuka saja," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Boy Rafli Amar, Kamis 29 Juli 2010.
Walau mempersilahkan di mahasiswa melapor, Boy mempertanyakan kenapa kasus ini baru dilaporkan sekarang dan bukan beberapa saat setelah kejadian.
Sejak awal, polisi memastikan kalau peristiwa dalam video itu tidak benar. Mobil Patroli 3024 yang dikemudian Brigadir Satu Saut Sihombing, hanya menyerempet dan tidak menabrak.
Peristiwa serempet itu pun, ini versi polisi, terjadi lantaran Saut terdesak lantaran puluhan pengunjuk rasa berusaha melakukan pengerusakan terhadap mobil patroli yang kendarai Saut Sihombing.