Please install the Flash Plugin
VIVAnews – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jambi, Aprianto, 25 tahun, yang ditabrak mobil patroli polisi 3024, bersyukur karena kini memiliki alat bukti rekaman video insiden itu, Kamis, 29 Juli 2010.
Sehingga, Aprianto dapat memperkarakan kasus yang terjadi pada waktu demonstrasi anti kenaikan harga BBM di depan gedung DPR/MPR, 24 Juni 2008 silam.
"Selama ini, kami berusaha mencari pihak yang kebetulan merekam kejadian itu,” kata Aprianto yang didampingi sejumlah teman saat mengadu ke Komnas HAM di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, siang ini.
Karena tidak punya alat bukti rekaman diserempet mobil patroli polisi, laporan pertama yang diajukan Aprianto pada 2008 silam kepada Komnas HAM, tidak dapat diproses.
Nah, begitu rekaman video yang dicari-cari itu beredar luas di internet, Aprianto mengaku girang sekali. "Alat bukti inilah yang selama ini kami cari," katanya.
Aprianto tidak tahu siapa yang merekam dan mengunggah rekaman video itu. Ia hanya ingin polisi membuka lagi kasus ini dengan memberikan sanksi berat berupa pemecatan kepada anggota polisi yang menabraknya.
“Polisi harus fokus pada pelaku penabrakan, bukan pengunggahnya yang dicari," ujar Apriyanto.
Selain itu, ia juga menuntut Polri memberi ganti rugi materiil dan imateriil kepadanya karena telah menjadi korban.
Ia juga minta Polri memberi ganti rugi dan merehabilitasi para mahasiswa yang ditangkap karena disangka berbuat anarkis saat demonstrasi anti kenaikan BBM pada 2008.
Menurut dia, dengan adanya rekaman video itu telah membuktikan bahwa aksi pembakaran mobil di jalan raya dekat gedung DPR/MPR dipicu oleh kasus mobil polisi menyerempet dirinya.
Sebelum Aprianto lapor Komnas HAM, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar, Boy Rafli telah menjawabnya. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB itu terjadi saat mobil patroli dari Polres Jakarta Barat melintas untuk menuju ke kantor Polda.
Ketika melintas di kerumunan massa, kata Boy, keadaan tidak aman. Dalam keadaan terdesak, kata dia, akhirnya anggota polisi yang menyetir mobil berusaha menghindari kejadian yang tidak diinginkan, tetapi kemudian malah menyerempet seorang pendemo.
Boy melanjutkan bahwa kejadian yang menimpa mobil yang dikendarai Brigadir Satu Saut Sihombing itu tidak seseram yang digambarkan dalam video yang beredar di internet.
Selanjutnya, polisi akan menyelidiki siapa yang menyebarkan video itu. Karena peristiwa ini sudah memojokkan institusi polisi dan membuat resah anggota Polri. (adi)