Metro

Korban Mobil Polisi Senang Videonya Beredar

Alat bukti video itulah yang selama ini dicari-cari oleh Aprianto.

Kamis, 29 Juli 2010, 13:53 WIB
Siswanto, Zaky Al-Yamani
Screen shoot mobil polisi tabrak pejalan kaki (Youtube)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jambi, Aprianto, 25 tahun, yang ditabrak mobil patroli polisi 3024, bersyukur karena kini memiliki alat bukti rekaman video insiden itu, Kamis, 29 Juli 2010.

Sehingga, Aprianto dapat memperkarakan kasus yang terjadi pada waktu demonstrasi anti kenaikan harga BBM di depan gedung DPR/MPR, 24 Juni 2008 silam.

"Selama ini, kami berusaha mencari pihak yang kebetulan merekam kejadian itu,” kata Aprianto yang didampingi sejumlah teman saat mengadu ke Komnas HAM di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, siang ini.

Karena tidak punya alat bukti rekaman diserempet mobil patroli polisi, laporan pertama yang diajukan Aprianto pada 2008 silam kepada Komnas HAM, tidak dapat diproses.

Nah, begitu rekaman video yang dicari-cari itu beredar luas di internet, Aprianto mengaku girang sekali. "Alat bukti inilah yang selama ini kami cari," katanya.

Aprianto tidak tahu siapa yang merekam dan mengunggah rekaman video itu.  Ia hanya ingin polisi membuka lagi kasus ini dengan memberikan sanksi berat berupa pemecatan kepada anggota polisi yang menabraknya.

“Polisi harus fokus pada pelaku penabrakan, bukan pengunggahnya yang dicari," ujar Apriyanto.

Selain itu, ia juga menuntut Polri memberi ganti rugi materiil dan imateriil kepadanya karena telah menjadi korban.

Ia juga minta Polri memberi ganti rugi dan merehabilitasi para mahasiswa yang ditangkap karena disangka berbuat anarkis saat demonstrasi anti kenaikan BBM pada 2008.

Menurut dia, dengan adanya rekaman video itu telah  membuktikan bahwa aksi pembakaran mobil di jalan raya dekat gedung DPR/MPR dipicu oleh kasus mobil polisi menyerempet dirinya.

Sebelum Aprianto lapor Komnas HAM, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar, Boy Rafli telah menjawabnya. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB itu terjadi saat mobil patroli dari Polres Jakarta Barat melintas untuk menuju ke kantor Polda.

Ketika melintas di kerumunan massa, kata Boy, keadaan tidak aman. Dalam keadaan terdesak, kata dia, akhirnya anggota polisi yang menyetir mobil berusaha menghindari kejadian yang tidak diinginkan, tetapi kemudian malah menyerempet seorang pendemo.

Boy melanjutkan bahwa kejadian yang menimpa mobil yang dikendarai Brigadir Satu Saut Sihombing itu tidak seseram yang digambarkan dalam video yang beredar di internet.

Selanjutnya, polisi akan menyelidiki siapa yang menyebarkan video itu. Karena peristiwa ini sudah memojokkan institusi polisi dan membuat resah anggota Polri. (adi)

• VIVAnews
Rating
Komentar
donina
24/09/2010
Polisi ODONG Membelokkan Perkara teruzzzz sampe Mampusss,...
Balas   • Laporkan
ugi
12/08/2010
wooooo..........ini yg namanya polisi indonesia yaaaaaa??????? ......gk ada tanggung jawabnya..... kl cari kesalahan orang cpt cari kesalahan dia sendiri ogahhhhhhh.............
Balas   • Laporkan
uji
06/08/2010
ada ada aja akal polisi ini,,,udah tahu salah eh malah nyalahin orang yg jadi korban kesalahannya.. negeri ini emang udah banyak kemunafikan...
Balas   • Laporkan
abu
30/07/2010
Yang unggah video bisa setan ato jin ato cappa ajjah....akar masalahnya adalah Polisi Lontong hrs tanggungjawab...bukan malah kabur kaya maling...emang polisi lontong kita otaknya otak udang...berlindung dibalik seragam premannya...ngeliat aja udah muleee
Balas   • Laporkan
hgfg
30/07/2010
pojokkan trus polisisinya...!!! mau lari pula tu di video...!!!
Balas   • Laporkan
yeyeyeye
29/07/2010
Bukannya polisi itu salah satu tanggung jawabnya adalah menghadirkan rasa aman dan mengurangi keresahan bagi masyarakat pak? Kenapa jadi masyarakat yang bertanggungjawab mengurangi keresahan di institusi kepolisian?
Balas   • Laporkan
teddy rohmat
29/07/2010
ah..slama negara ni mnganut sistm liberal,yg nabrak itu ga akn diadili sama pimpinannya. paling yg diusut malah yg mengunduh video itu. pkonya jangn takut, Allah SWT senantiasa bersama kita. biarkan di dunia yg nabrak itu bisa bebas, d akhirat?? sory coy
Balas   • Laporkan
edy santoso
29/07/2010
Ya Marah Lagi Polisi. Merasa dipojokan, jika memang itu kejadiannya sikapi aja dengan bijak. Jika memang polisi GENTLE kenapa tidak dari awal mencari dan mengakui telah menabrak dg tidak sengaja. Melalui layar kaca atau surat kabar sebagai mediasi.
Balas   • Laporkan
martini subagyo
29/07/2010
Polisi kok akan menyeliidiki penyebar video krn dinilai memojokan polisi,ini jelas keterlaluan. Lha wong mau menegakan kebenaran kok dicari polisi. Hei polisi, kamu itu penegak hukum apa penghancur hukum
Balas   • Laporkan
gaaacoorr
29/07/2010
Ya marah lagi pak polisi, merasa dipojokan oleh penggugah. Memang itu kejadiannya sikapilah dengan bijak. Jika mau gentle kenapa si Penbrak tidak mencari dan mengakui dari awal. Diumumkan melalui layar kaca atau koran saya rasa banyak mediasi.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ