Metro

Dua Penyebab Macet Kata Fauzi Bowo

Kemacetan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Pemerintah Provinsi DKI.

Kamis, 29 Juli 2010, 16:18 WIB
Maryadie, Zaky Al-Yamani
  (VIVAnews/Tri Saputro)

Gubernur DKI Fauzi Bowo mengungkakan ada dua faktor yang menyebabkan kemacetan lalu lintas di Jakarta yang makin kronis.

"Kita tahu bahwa faktor penyebab itu adalah tidak berimbangnya antara pertumbuhan kendaraan bermotor dengan pengembangan jaringan jalan. Kemudian kemampuan daerah untuk mengembangkan transportasi umum ini juga terbatas" ujar Fauzi Bowo di Balaikota, Jalan Kebun Sirih, Jakarta, Kamis, 29 Juli 2010.

Fauzi mencontohkan jumlah pertumbuhan dan peredaran kendaraan bermotor yang tidak hanya berasal dari Jakarta. "Perjalanan yang dilakukan di wilayah Jakarta ini bukan terbatas hanya warga
Jakarta saja, tapi juga banyak yang datang dari luar. Setiap hari ada kurang lebih 700 ribu kendaran bermotor yang datang dari luar Jakarta atau masuk keluar tiap malam itu selalu ada" ujar Fauzi.

Selain itu, kata Fauzi, pihaknya dalam mengembangkan busway sepenuhnya dengan dana APBD. Tidak ada bantuan dari manapun.

"Kalau ada dukungan dari pemerintah pusat, tentu pembangunan busway ini akan lebih cepat," katanya.

Kemudian juga upaya untuk membuat angkutan umum massal yang ramah lingkungan dengan BBG mengalami kesulitan suplai yang dipegang oleh pihak lain, kemudian harga yang juga berbeda-beda.

Kata Fauzi, kemacetan tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi DKI. Penyelesaiannya memerlukan koordinasi dan memadukan kebijakan dengan daerah tetangga.

"Tapi semuanya juga perlu dikoordinasikan pada tingkat pemerintah pusat," ujar Fauzi.

Transportasi Harus Makro

Foke juga mengatakan, masalah kemacetan di Jakarta tidak bisa hanya dibebankan kepada Pemda DKI saja, karena pola dasar pengembangan transportasi di Jakarta haruslah bersifat makro.
"Pola dasar dari pengembangan transpotasi Jakarta yaitu pola transportasi makro. Dan di situ banyak hal yang menjadi kewenangan pemerintah pusat yang harus
diintegrasikan" ujar Foke.

Foke menjelaskan pola transpotasi makro adalah menyusun satu pola tarif yang terintegrasi. Misalnya kereta api harus disinkronkan dengan jenis angkutan lain yang
ada.

"Karena orang butuh angkutan yang menjamin dari tempat
berangkat ke tujuan. Kalau sepotong, itu tidak akan terlalu
menarik," katanya.

"Jadi kalau orang naik kereta api, dia pindah ke subway, itu harus ada sinkronisasinya dengan tingkat subway nanti. Mungkin dengan busway juga gitu. Jadi harus terintergrasi" ujar Foke.

Namun pola integrasi transportasi tersebut hingga saat ini belum terpadu. "Yang sekarang terjadi (kemacetan kronis), karena integrasi atau keterpaduan itu belum utuh" ujarnya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
dyta
11/09/2011
busway terbukti ga bs jadi jalan keluar.... khan? Ga efektif n bnyak buang2 biaya doang... terus gmna dong? mampr aja di dytautamie.wordpress.com
Balas   • Laporkan
tikus
13/08/2010
Kendaraan bermotor yang sudah ga layak pakai langsung disita untuk dihancurkan untuk kurangi jumlah kendaraan bermotor. Tapi kualitas oknum oknum di jalan, yah tahu sama tahu lah, ga akan jalan... Katanya "ahli" nya, Pak?
Balas   • Laporkan
ANDO
10/08/2010
Pemerintah hrs berani berlakukan kendaraan ganjil-genap, tilang kendaraan parkir di jalan raya, dana tilang parkir lsg alokasikan ke pembelian bus umum atau gerbong KRL.
Balas   • Laporkan
abah
30/07/2010
Lho katanya anda ahlinya.. jadi kami serahkan urusan ini kepada ahlinya
Balas   • Laporkan
vita
30/07/2010
Polusi tuh ud makin besar, mending mobil2 atw motor yang ud gak layak pakai dilarang digunakan lagi, gileee asapp knalpotnya yg seabrek2-abrek tuh, sekali ngegas kayakx jkt pun gk sanggup nahan tuh asap yg item ngebul... Nah efeknya kan ngurangin macet tu
Balas   • Laporkan
Moo
29/07/2010
Banyak ngocehnya doang, kerjanya sama sekali ga ada hasilnya. Cuma gubernur ini yg membuat jakarta tambah berantakan.
Balas   • Laporkan
DEE
29/07/2010
ada satu lagi pak yaitu ketidakmampuan anda mengurusi ibukota ini.dana APBD DKI sangat besar dikemanain aja??
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ