Metro

Atasi Macet, DKI Minta PP ERP Dikebut

Tanpa ada peraturan pemerintah, ERP tidak akan bisa diterapkan.

Jum'at, 30 Juli 2010, 17:40 WIB
Eko Priliawito, Zaky Al-Yamani
Jalan di Singapura memakai sistem ERP  

VIVAnews - Kementerian Perhubungan diminta untuk segera menyelesaikan Peraturan Pemerintah terkait electronic road pricing (ERP) untuk membenahi lalu lintas Jakarta yang makin krodit.

Penerapan ERP diyakini menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan. Tanpa ada peraturan pemerintah, ERP tidak akan bisa diterapkan. 

Wakil Gubenur DKI Jakarta, Prijanto berharap pemerintah pusat untuk segera mengeluarkan kebijakan tentang transportasi yang menjadi wewenang mereka. Payung hukum untuk electronic road pricing.

Pemerintah DKI menurut Prijanto, menyambut baik ajakan Kemenhub untuk membicarakan kemacetan. Apalagi Dirjen Perkeretaapian juga turut dilibatkan dalam pertemuan itu.

"Tidak bisa kerja sendiri. Dirjen Perkeretaapian juga harus ikut membahas masalah kereta api Jabodetabek," ujar Prijanto, Jumat 30 Juli 2010.

Pembangunan mass rapid transit (MRT), loop line, dan memaksimalkan pelayanan bus Transjakarta, merupakan cara lain untuk mengatasi macet yang akan dimaksimalkan Pemerintah DKI.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menjelaskan, pengembangan sistem transportasi di Jakarta telah ditetapkan dalam pola transportasi makro, di mana terdapat porsi kewenangan pemerintah pusat dan Pemprov DKI.

Integrasi kewenangan pemerintah pusat dan Pemprov DKI dalam pola transportasi makro Jakarta seringkali belum utuh, seperti pengembangan Transjakarta.

Pemprov DKI juga berkoordinasi dengan pemprov daerah penyangga seperti Jawa Barat dan Banten untuk sistem transportasi makro. Sebab pengguna kendaraan pribadi juga datang dari luar kota Jakarta. (adi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
yasser
04/08/2010
Dasar pemerintahan preman. Jalan itu wakaf pemimpin untuk masyarakat, tidak boleh menghalangi jalan atau meminta uang. Bila uangnya dibelikan alat transportasi massal sih ga masalah, lah ini palingan masuk kantong pribadi
Balas   • Laporkan
Andri Ardiansyah
30/07/2010
Kenapa sich pemerintah selalu mengambil jalan gampangnya saja. penetapan ERP hanya menambah pemasukan pemerintah saja, sedangkan warga disulitkan dengan pembatasan tersebut. Seharusnya transportasi massal yang lebih layak dan murahlah yang harus diutamaka
Balas   • Laporkan
kaji ERP
30/07/2010
sesuai namanya ERP (electronic road pricing) itu adalah ajang bagi pemerintah kota untuk menarik duit dari para pengguna jalan. rasanya gak ada korelasi langsung dalam mengurangi kemacetan. selama desainnya tidak transparan bisa2 jadi pos uang tuk dikoru
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ