VIVAnews - Komisi II DPR berkomitmen menjadikan kawasan Taman Ria Senayan menjadi kawasan hijau dan menyatu dengan kompleks Parlemen. Hal ini terkait akan beralihnya fungsi bekas lahan Taman Ria Senayan menjadi tempat komersial.
“Kami akan berjuang dan mendorong terus agar bekas lahan Taman Ria itu benar-benar dijadikan kawasan hijau terbuka,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR, Teguh Juwarno, Sabtu, 31 Juli 2010.
Menurut Teguh, hal itu sesuai dengan apa yang diimpikan mendiang Presiden Soekarno setelah massa kemerdekaan RI.
Namun yang terpenting dari itu, kata Teguh, di sekitar Gelora Bung Karno, saat ini sudah terlalu banyak bangunan komersial. Ia mengaku tidak bisa membayangkan kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas yang bakal terjadi jika lahan bekas Taman Ria Senayan itu dibangun mall lagi.
Teguh menekankan ibukota Jakarta, saat ini sangat butuh kawasan hijau ketimbang mall. Karena, penduduk Jakarta sering mengeluh kekurangan air tanah. Kurangnya kawasan hijau atau serapan air, kata dia, menjadi salah satu penyebab minimnya ketersediaan air tanah.
“Jika Taman Ria ini bisa diselamatkan, saya kira bisa menjadi serapan air kawasan Jakarta,” katanya.
Lebih lanjut, Teguh berharap betul kawasan Taman Ria menyatu dengan kawasan Parlemen. Bahkan, dia membayangkan akan sangat bagus kalau kawasan itu kemudian dapat diakses publik, misalnya sebagai kawasan untuk bersantai saat liburan. Atau bahkan, mereka dapat menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat yang ada di DPR di area itu.
“Sehingga para wakil rakyat dapat menemui masyarakat yang menyampaikan aspirasinya di area itu.” (adi)