Bentrok Antar Massa di Rempoa Raya
Bom-bom molotov dilemparkan untuk melukai lawan-lawannya.
Sabtu, 31 Juli 2010, 21:11 WIB
Siswanto
Ilustrasi rusuh (VIVAnews/Adri)
VIVAnews – Massa Forum Betawi Rempug (FBR) bentrok dengan ratusan warga di Jalan Rempoa Raya, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 31 Juli 2010, pukul 08.15 WIB.
Masing-masing kelompok massa saling melempar benda-benda keras, bahkan mereka juga menggunakan bom-bom molotov untuk melukai lawan.
Sejumlah orang dari kedua belah pihak mengalami luka setelah batu terbang lalu mengenai tubuhnya.
Satu regu aparat Brigadir Mobil, saat ini sudah berada di lokasi kejadian. Aparat keamanan langsung menuju ke titik keributan untuk membuat barikade di antara dua kelompok.
Untuk memecah konsentrasi kedua kelompok massa, aparat Brimob lalu melontarkan tembakan gas air mata. Setelah itu, massa lari kocar-kacir. Baru kemudian, bentrokan itu mereda.
Anggota Polda Metro Jaya, Brigadir Polisi Dua, Rizal, kepada VIVAnews.com menduga aksi massa itu terjadi karena unsur balas dendam dari salah satu kelompok setelah tadi siang salah satu di antara mereka menjadi korban penganiayaan.
decepticons
31/08/2010
premanisme terselubung,,,berkedok ormas..beraninya cuman banyakan, keroyokan pula...mungkin cuma itu yang gw tau tentang fbr
unyil
01/08/2010
setuju !!!!!!!
FBR.. itu sebenarnya PREMAN, yang selalu bertindak untuk kepentingn PREMAN dengan mengatasnamakan kepentingan UMAT AGAMA...
Bubarkan FBR...FPI juga....
Firman Hendrodjanoe
01/08/2010
Bangsa ini sdh tidak ada moral nya sama sekali,soalnya yg beri contoh jg anggota DPR nya sendiri
John Doe
01/08/2010
FBR = Forum Bikin Rusuh "BUBARKAN!!!!"
tikus
31/07/2010
Coba kalau sistem tembak di tempat, terutama terhadap ormas ormas yang selalu mengatasnamakan agama, masih berani ga brutal? Kalau cuma gas air mata mah...
merry
31/07/2010
satu kata utk FBR,Kembang latar, dan semua Omas yg memaki cara2 premanisme!!! BANCI.......selalu menindas rakyat kecil dan menganggu ketertiban umum.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar