VIVAnews - Ketua Umum Generasi Muda Forum Betawi Rempug (FBR), Fajri Husein, memerintahkan anak buahnya untuk segera angkat kaki dari lokasi bentrok di Rempoa Raya, Kota Tangerang Selatan, Sabtu, 31 Juli 2010, pukul 08.33 WIB.
Fajri menyerukan kepada semua anggotanya tidak melanjutkan bentrokan dengan ratusan warga yang baru saja terjadi di kawasan Rempoa Raya. “Teman-teman di lapangan jangan mudah diadu domba, apalagi ini menjelang puasa. Kita harus jaga kerukunan dan kedamaian,” kata Fajri yang dihubungi melalui telepon.
Fajri belum tahu secara persis pemicu bentrok massal itu, tetapi yang jelas terjadi tidak lama setelah massa FBR melakukan aksi konvoi.
“Awalnya tadi, kan mereka kumpul-kumpul di Masjid Akbar. Saya kira ini terjadi karena ada gendang lama yang memanfaatkan situasi,” ujar Fajri.
Fajri menduga pihak yang memicu bentrok bertujuan untuk menghancurkan citra FBR. “Ini ada orang yang tidak suka pada kami. Ada yang ingin adu domba.”
Dalam bentrokan tadi, masing-masing kelompok massa saling melemparkan benda-benda keras, bahkan mereka juga menggunakan bom-bom molotov untuk melukai lawan.
Sejumlah orang dari kedua belah pihak mengalami luka setelah terkena lemparan benda keras.
Bentrokan mulai reda setelah satu regu aparat Brigadir Mobil tiba di lokasi. Bentrok benar-benar baru berhenti setelah polisi menembakkan gas air mata untuk mengurai konsentrasi massa.
FBR cuma berani klo lagi rameh2 tpi klo sendiri kaye ayam sayur...cemen...FBR udah lo bubar aje malu-maluin masyarakat betawi aje,klo mo duit kerja jgn nadah n malakin orang,makanye belajar agama jgn jadi jaka (jagoan kampung)
memang cocok jd atasan pintar berkelit lidah...di tnah kusir dengan arogannya FBR menghancurkan stiap posko selain FBR,sbelum adanya fbr kota jakarta selatan aman2 saja spertinya,jelas2 itu semua sdh diatur dr atasannya utk memperluas kekuasaan...