Metro

Ibu Penyandera Dokter Akhirnya Meninggal

Kondisi pasien ini menjadi awal aksi nekat Toman Manik menyandera dokter dengan parang.

Minggu, 8 Agustus 2010, 18:01 WIB
Ita Lismawati F. Malau
ilustrasi obat  

VIVAnews - Tarkem (60) akhirnya meninggal dunia. Pasien penderita diabetes melitus yang dirawat di Rumah Sakit Koja Jakarta Utara ini, sempat mengegerkan rumah sakit tersebut, karena sang anak Toman Manik (23) mengamuk.

Drama penyanderaan ini terjadi Sabtu kemarin. Toman yang frustasi melihat kondisi ibunya sempat  menyandera dokter Adeline yang baru praktek 1 bulan dengan mengalungi parang ke leher.

Penyanderaan bermula ketika Tarkem yang harus dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), selama dua hari hanya diinapkan di kamar perawatan umum karena ruang IGD penuh.

Mewakili keluarga, Marulam Sitorus (46) menyatakan permohonan maaf kepada pihak Rumah Sakit Koja karena ulah Toman Manik yang sempat membuat masalah di ruang IW (transit) lantai 2 RS Koja.

"Kami pihak keluarga tidak akan menuntut siapapun. Kami ikhlas atas kepergian almarhum Tarkem. Dan yang kami inginkan kasus ini ditutup. Dan Manik dapat menghirup udara bebas lagi," ungkapnya, Minggu 8 Agustus 2010.

Dia menambahkan siang ini jenazah Tarkem baru saja dimakamkan. Manik ikut dalam pemakaman ibunya itu, dengan dikawal petugas Polsek Koja. "Kondisi Manik sehat dan tak kurang satu apapun," jelasnya.

Dikatakan, kondisi saat itu (sebelum penyanderaan) ruang ICU RS Koja penuh dan beberapa rumah sakit yang telah dihubungi, seperti RS Mediros,  CIpto Mangunkusumo, dan Persahabatan juga penuh.

"Manik saat itu panik melihat kondisi ibunya, dan dia khilaf. Kami minta maaf dan mohon kepada pihak rumah sakit untuk mengerti kondisi keluarga korban yang dalam keadaan panik," kata Marulam.

Besok, tambahnya, Manik akan dibawa kembali ke Polsek Koja untuk dipertemukan dengan pihak rumah sakit. "Mungkin dipertemukan dengan korban (dr Adeline). Hasilnya nanti akan kami beritahu," tandasnya.

Laporan: Arnes Ritonga | Jakarta Utara



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
rindu
17/11/2010
Sudah seharusnya pihak RS atau pemerintah menangani rakyatnya yang sakit tanpa memandang kedudukan & jangan pernah minta DP dulu.Saya merasakan bagaimana kemudahan bagi orang-orang yang punya akses di RS tapi tidak buat mereka yang miskin.Sungguh terlalu.
Balas   • Laporkan
Brahmoyo
09/08/2010
DI KOTA JAKARTA RAKYAT MISKIN harus SIAP dengan DISKRIMINASI..SEMUA FASILITAS UMUM MILIK NEGARA yang di Peruntukan untuk RAKYAT di DISKRIMINASIKAN oleh PEJABAT..
Balas   • Laporkan
reni
09/08/2010
sekali2 boleh juga tuh petugas RS digituin sekali2,biar sadar kalau orang miskin juga manusia yang bisa marah kalau diperlakukan se enaknya.
Balas   • Laporkan
richman
09/08/2010
yasser bener...semoga kita jd lebih sadar,mau bantu tetangga kita yang susah
Balas   • Laporkan
yasser
09/08/2010
orang miskin ga boleh sakit.. kalo sakit kelaut aja. turut berduka untuk keluarga yang ditinggalkan.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ