Metro

Atasi Macet, Lampu Merah Akan Dikurangi

Salah satunya adalah di sepanjang Jalan Warung Buncit, Mampang, Jakarta Selatan.

Selasa, 24 Agustus 2010, 10:25 WIB
Eko Priliawito, Sandy Adam Mahaputra
Lampu lalu lintas di jalan Jakarta (VIVAnews/Maryadie)

VIVAnews - Pemerintah Jakarta sedang mencari cara untuk mengurangi kemacetan yang kian menggila di Jakarta. Salah satu opsi yang kini dikaji adalah mengurangi jumlah lampu merah. Banyaknya lampu trafik di satu ruas jalan, dianggap menjadi salah satu penyebab utama jalan Jakarta jadi makin mirip dengan lapangan parkir.

Terkait hal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI berencana menghilangkan beberapa titik lampu merah, terlebih pada jam sibuk di pagi dan sore hari. Salah satunya adalah di sepanjang Jalan Warung Buncit, Mampang, Jakarta Selatan. Ini dianggap jalur paling semrawut dan kemacetan sudah menjadi rutinitas.

"Kami sedang mengkaji apakah lampu merah di kawasan Buncit-Mampang nantinya bisa dihilangkan," ujar Kepala Bidang Rekayasa Lalu lintas Dishub DKI, M. Akbar, Selasa, 24 Agustus 2010.

Di sepanjang jalan tersebut, ada tiga lampu merah yang dibidik. Salah satunya adalah di perempatan Jalan Kemang menuju Kalibata. Menurut rencana, arus lalu lintas Buncit - Mampang akan dibuat seperti Jalan Rasuna Said.

"Jadi lalu lintas tidak terhambat lampu merah, dan untuk kendaraan dari Kemang yang akan ke Kalibata harus putar balik, seperti di Rasuna," katanya. Menurut Akbar, saat ini pihaknya masih memperhitungkan kapasitas jalan terkait rekayasa tersebut. 

Koordinator TMC Kompol Indra Jafar mendukung rencana tersebut. Menurutnya, pengurangan jumlah lampu merah itu akan mampu mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalur itu "sehingga kemacetan tidak sampai mengekor hingga perempatan Kuningan."

Sementara itu dari hasil evaluasi, penutupan pintu Jalan Tol Semanggi I yang dilakukan sejak Jumat lalu, dinilai cukup efektif mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Untuk mendukung penerapan kebijakan ini, Pemerintah DKI akan meminta PT Jasa Marga untuk menambah loket tiket di pintu tol Semanggi 2. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
cinte jakarte
26/08/2010
Pak, setuju. knapa nggak dari dulu. memang menghilangkan lampu merah dan menggantinya dengan putaran merupakan langkah yang paling mungkin. dikarenakan tidak adanya penambahan pembangunan infrastruktur jalan raya di DKI. Salemba Raya dan matraman juga Pak
Balas   • Laporkan
kasyfy
26/08/2010
ANGKUTAN UMUM DI JAKARTA BANYAK COPETNYA, TIDAK BERKEPRIMANUSIAAN, EDAN BANGET JELEKNYA...
Balas   • Laporkan
bambang
24/08/2010
setuju pak, pengurangan lampu lalin, berarti pengalihan arus, bisa jadi satu arah, di+ pembatasan jumlah kendaraan, bisa ERP, bisa 3in1, juga kendaraan besar (> dari 6 roda) misalnya utk tol dalam kota 6-9pagi + 4-6sore dilarang masuk
Balas   • Laporkan
rakyat biasa
24/08/2010
ANGKUTAN UMUM MASSAL YANG LAYAK!!!! CUMA ITU SOLUSINYA!!!! SADAR GA SIH JAKARTA INI UDAH TERMASUK KOTA METROPOLITAN!!!! MASA SIH GA ADA ANGKUTAN UMUM MASSAL YANG LAYAK. COBA TANYA DEH. KENAPA ORG GA MAU NAIK ANGKUTAN UMUM YANG UDAH ADA SEKARANG!!!
Balas   • Laporkan
sofyan
24/08/2010
menurut saya bukan masalah banyaknya lampu merah tetapi masalah timing. berdasar pengamatan sy yang slama ini menggunakan jalan, bila jalan yang biasa hijau lama jadi cepat timing hijaunya akan terjadi kemacetan. Intinya timing yg tepat sesuai kepadatanjl
Balas   • Laporkan
blekok
24/08/2010
bapak-bapak sebenarnya gampang saja mengatasi macet ikuti seperti di cina untuk jam-jam tertentu hanya mobil berplat genap yang boleh lewat selanjutnya jam yang lain berplat ganjil. saya yakin 100% tidak akan macet seperti sekarang.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ