VIVAnews - Komisi V DPR RI meminta Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah closed circuit television (CCTV) di jalur utama mudik. Hal ini untuk pemantauan jalur rawan kecelakaan dan kriminalitas.
"Agar mudah memonitor jika terjadi kecelakaan, kemacetan, dan tindakan kejahatan," ujar Ketua Komisi V DPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow, dalam persiapan Jelang Mudik, di Polda Metro Jaya, Kamis 26 Agustus 2010.
Penambahan kemera pemantau juga akan dipasang pada titik keberangkatan seperti terminal, stasiun, bandara, serta tempat peristirahatan dan ibadah.
"Antisipasi penting agar pemudik merasa aman dan nyaman," kata Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional itu.
Polda Metro Metro Jaya meminta kepada para pemudik untuk tidak menggunakan sepeda motor. Selain itu, juga mengajak perusahaan untuk menggelar mudik bareng kepada karyawannya menggunakan bus dan truk untuk mengangkut sepeda motor.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Condro Kirono menyampaikan, saat ini ada 160 CCTV yang terpasang di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Penambahan CCTV dilakukan pada jalur rawan perbatasan seperti Jalan Pulogadung, Cakung, Cawang, Daan Mogot, Kalimalang, Jalan Raya Bogor, dan Tanggerang. Penambahan CCTV juga akan dilakukan di jalur Pantai Utara dan Selatan, sehingga jika terjadi kemacetan dapat segera ditangani.
Langkah persiapan lainnya, kata Condro, dengan melakukan operasi ketupat. Diantaranya pendirian cek poin mudik sebanyak 10 titik yang berada di setiap Polres wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Sedangkan untuk pos pengamanan mudik akan didirikan sebanyak 90 pos yang tersebar di Jabodetabek di wilayah rawan. "Sebenyak 4.868 personel akan dikerahkan," tegasnya. (adi)