Metro

Foke: Yang Dibatasi Bukan Hanya Sepeda Motor

"Jadi sifatnya tidak diskriminatif. Pasti roda empat juga ada."

Kamis, 2 September 2010, 14:32 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Bayu Galih
Kemacetan di Jakarta. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan pemerintah sedang menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mengatasi masalah transportasi di Jakarta. Salah satu solusi jangka pendek yang akan dibuat adalah pembatasan kendaraan bermotor.

Namun, Fauzi Bowo mengatakan pembatasan kendaraan bukan hanya untuk sepeda motor. Hal ini dikatakan Fauzi usai rapat Transportasi Jakarta di Istana Wakil Presiden, 2 September 2010.

"Saya ingin garis bawahi, (pembatasan) bukan hanya untuk sepeda motor. Jadi sifatnya tidak diskriminatif. Pasti roda empat juga ada. Kendaraan pribadi lebih khusus lagi, termasuk sepeda motor," kata Foke, panggilan akrab Fauzi.

Pembatasan itu, antara lain dilakukan dengan membatasu kawasan. Sejumlah ruas jalan akan dibatasi pada jam-jam tertentu.

Namun, belum diketahui secara pasti teknis pembatasan tersebut. Pemerintah Provinsi juga belum akan membuat keputusannya dalam waktu dekat.

"Studinya sudah ada pada Pemprov DKI Jakarta. Kami akan dalami lebih lanjut, kami belum akan ambil keputusan dalam hari-hari ini," ujar Foke.

Selain itu, Pemerintah DKI Jakarta juga akan memberlakukan sistem Electronic Road Pricing (ERP), yaitu penggunaan jalan dengan sistem berbayar. DKI sedang memikirkan apakah ERP diterapkan dengan menggunakan satelit dan GPS (Global Positioning System), atau dengan menggunakan sistem gerbang seperti Singapura.

Untuk ERP, Pemprov DKI Jakarta sedang mempersiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah. "Karena ERP ini perlu alas hukum. Sementara ini alasan hukum belum ada. Jadi kami tidak bisa berjalan tanpa alas hukum yang jelas," ucap Foke. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Warga
30/11/2010
Klo angkutan umum lewat depan rumah gue Nyaman full AC dan gak pake ngetem Dijamin semua orang kapok naik mobil pak. Jadi tolong berpikir yang simple saja ya bapak bapak yg diatas.klo semua dinaikin nanti bapak bapak minta naikin gaji lagi..APA KATA DUNIA
Balas   • Laporkan
gue ganteng
30/11/2010
Pemimpin kita ini punya gelar doktor tapi kok b*d*h ya?Udah jelas mobil lebih gede dan lebih banyak konsumsi bbm.Liat aja yg naik mobil, rata2 cuma 1 orang!Justru motor itu sebagai kendaraan alternatif mengurangi kemacetan karena kecil dan irit bbm.
Balas   • Laporkan
joko
18/09/2010
Rakyat kecil lagi yang jadi korban, secara logika sepeda motor lebih kecil dibanding mobil , lalu siapa yang lebih banyak memakan tempat di jalan raya ? Coba lihat bila kita dlm di kemacetan , mobil berplat hitam lebih banyak daripada yg ber plat umum ...
Balas   • Laporkan
beno
05/09/2010
Sudah jelas yang menambah kemacetan kota Jakarta adalah pembangunan Mall, Apartemen dan gedung2 bertingkat dg segala konsekwensinya. Kenapa pengendara motor dijadikan kambing hitam. Bang Foke memang ga punya motor tapi jangan gitu lah Bang !!!
Balas   • Laporkan
bikers pemilih foke yg kecewa
04/09/2010
kenapa ga membatasi mobil dulu yg jelas2 memakan banyak ruang jalan yg berisi 1 org 1 mobil yg sharusnya bisa muat untuk 5 org?? kenapa?? krn dia pengguna mobil juga??? dia mw membatasi pegguna kendaraan pribadi, dia juga mw beralih ke kendaraan umum ga??
Balas   • Laporkan
Freddy_gregetresah
04/09/2010
Sekarang ahlinya jadi pak Wapres tha..??? Mana ahlinya yang duuuulu... kebanyakan kata-kata 'dipikirkan'. Pemimpin Sipil yang malu-maluin.
Balas   • Laporkan
Andy
02/09/2010
Alah, bilang aja ga mampu menyediakan sarana angkutan umum yang memadai. Andaikata mobil dibatasi, orang2 ga pada punya kendaraan, pajak akan jeblok, bisnis akan ambruk. perekonomian akan semakin berat. biaya tinggi....! haduh, pemimpin kok bodoh.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ