Metro

Alasan Polisi Tutup Akses Plaza Semanggi

Selama ini, akses mal ini dinilai sebagai salah satu pemicu kemacetan.

Jum'at, 3 September 2010, 15:54 WIB
Siswanto, Sandy Adam Mahaputra
Macet di Jakarta (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pintu masuk Mal Plaza Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, mulai hari ini  ditutup secara permanen. Penutupan hanya berlaku bagi kendaraan dari arah Slipi dan Grogol. Sedangkan dari arah Jalan Sudirman tetap diperbolehkan masuk lewat di pintu itu.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar, Condro Kirono, Jumat, 3 September 2010, mengharapkan setelah akses mal yang dikenal bernama Plangi ini direkayasa, arus kendaraan di sisi Jalan Gatot Subroto lancar.

Rekayasa lalu lintas, lanjut Condro, diterapkan karena selama ini area itu sering macet parah, terutama saat banyak pengunjung mal yang membawa mobil masuk lewat pintu itu.

"Bahkan keadaan itu juga sampai mengakibatkan menguncinya arus lalu lintas di Bundaran Semanggi dan berdampak kemacetan hingga dari arah Grogol, Cawang, Sudirman, dan Thamrin," katanya.

Lalu, bagaimana menangani arus lalu lintas dari Slipi dan Grogol pascapenutupan, Condro menjelaskan, "Mereka diarahkan lewat jalan di samping Hotel Kartika Chandra sehingga nanti bisa memutar lewat jalur alternatif dan masuk melalui pintu di mal di samping Universitas Atmajaya.”

Selanjutnya, untuk mengantisipasi para pengemudi itu tidak nekad menerobos pintu, polisi menggunakan separator block setinggi satu meter sebagai penghalang.

Selain itu, di lokasi itu juga akan dijaga petugas polisi sekaligus mengatur arus lalu lintas.

Ditambahkan, Polda Metro Jaya juga meminta pengelola gedung BRI yang berada di seberang Plaza Semanggi untuk merenovasi pintu pengecekan kendaraan agar antrean kendaraan tidak lagi menimbulkan kemacetan di jalan raya.

"Kalau bisa, ngeceknya lebih di dalam lagi, jangan pas pinggir jalan sehingga tidak memacetkan," katanya.

Setelah penutupan salah satu akses Plaza Semanggi, Polda Metro Jaya juga akan mengkaji akses ke Pejaten Village, Jakarta Selatan. Pasalnya, kata Condro, banyak laporan yang menyebutkan kemacetan sering terjadi di area ini. (adi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Freddy_gregetresah
04/09/2010
Butuh berapa periode menganalisa nya pak Polll???? Gerak lambat jangan jadi ABRI....Kkkkkkkkk
Balas   • Laporkan
cak Pen
03/09/2010
Lalu pintu keluar tegal parang/menuju kuningan kenapa tidak ditutup atau dialihkan saja, karena setiap pagi ini biang kemacetan sampai dari tol halim.... justru yang keluar semanggi tidak begitu macet...Tolong pak polisi keluar tegal parang ditutup saja..
Balas   • Laporkan
osama
03/09/2010
bukannya buat pak beye biar ga disebut bikin macet, tapi ko rakyat yah yang jadi korban?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ