VIVAnews – Usai Lebaran 2010, Polda Metro Jaya berencana mengubah fungsi sejumlah pintu masuk dan keluar tol di Semanggi dan Tebet, Jakarta Selatan. Sebab, gerbang-gerbang itu dinilai menjadi sumber kemacetan lalu lintas.
Demikian dinyatakan Direktur Lalu Lintas, Komisaris Besar, Condro Kirono, Jumat, 3 September 2010. Diharapkan rekayasa lalu lintas ini dapat mengurangi kemacetan yang terjadi hampir setiap hari.
Di kawasan Semanggi, perubahan fungsi gerbang tol akan dilakukan di pintu Semanggi I. Pintu yang semula untuk masuk ke tol, nanti ditutup. Selanjutnya, pintu masuk dialihkan ke pintu Semanggi II.
"Selama ini pintu masuk tol Semanggi I kerap kali mengakibatkan penumpukan kendaraan, ditambah lagi jaraknya yang cukup dekat pintu masuk tol Semanggi II. Jadi tidak efektif," katanya.
Seiring dengan difungsikannya pintu Semanggi II sebagai jalur masuk tol dalam kota, lanjut Condro, nanti jumlah loket transaksi tol pun akan diperbanyak sehingga tidak terjadi antraan kendaraan untuk transaksi.
Sedangkan di kawasan Tebet, pintu tol yang akan diubah fungsinya yaitu Tebet I dan II. "Pintu masuk tol Tebet 1 akan diubah jadi pintu keluar, sedangkan pintu keluar tol Tebet 2 juga demikian, diubah jadi pintu masuk," katanya.
Rekayasa fungsi pintu tol juga akan dilakukan di pintu keluar Semanggi dari Cawang. "Kami akan ubah pintu keluarnya lebih jauh atau tidak lagi di depan kawasan pintu masuk SCBD. Posisinya sebelum gedung Bank Mandiri," kata Condro.
Rencana rekayasa lalu lintas di jalan tol ini, kata Condro, telah mendapat persetujuan dari pengelola tol, PT Jasa Marga. “Jadi, sekarang tinggal menunggu prosesnya selesai.”
Agar proses perombakan pintu tol tidak menimbulkan kemacetan, Condro berharap Jasa Marga mengerjakannya saat lalu lintas di jalan tol sedang sepi. Misalnya, saat lebaran nanti, dimana sebagian besar masyarakat mudik ke kampung halaman masing-masing.